Bank Belum Berminat Pangkas Bunga Deposito

Pelonggaran ini bisa menambah likuiditas perbankan nasional hingga Rp 100 triliun.

Bank Belum Berminat Pangkas Bunga Deposito
shutterstock
Suku Bunga Bank

TRIBUN-TIMUR.COM - Likuiditas perbankan sejak awal Juli melonggar akibat kebijakan Bank Indonesia melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM) 50 bps.

Sejalan dengan itu, sejumlah bank belum berminat untuk memangkas special rate deposito.

Sebelumnya, bank sentral mengatakan pelonggaran ini bisa menambah likuiditas perbankan nasional hingga Rp 100 triliun.

Meski likuiditas mulai longgar, bank masih getol mencari dana.

Maklum pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) masih mini.

Baca: Perlukah Suku Bunga Acuan BI Turun? Ini Penjelasan BI Sulsel

Baca: Sinergi BI, OJK, dan Pemerintah, Penyaluran Bansos Kini Tak Lagi Tunai

Makanya, beberapa bank juga belum berminat memangkas special rate depositonya.

“Kami belum menurunkan special rate deposito, saat ini paling tinggi masih di 7,85% per tahun,” kata Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara Tbk, Budi Satria, Selasa (9/7/2019).

Direktur Utama BTN Maryono mengakui perseroan dapat tambahan likuiditas Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun dari pelonggaran GWM ini.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas menjelaskan sejatinya special rate deposito lebih dipengaruhi oleh kompetisi di pasar.

“Potensi penurunan special rate pasti ada, namun ini akan tergantung kondisi pasar, negosiasi dengan deposan. Belum lagi bagaimana prediksinya di semester kedua, kalau likuiditas masih akan ketat, bank pasti ambil di muka sehingga bunga belum bisa terkoreksi turun,” tuturnya.

Halaman
12
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved