AJI Makassar Gelar Diskusi Kebencanaan, Jurnalis Kompas Kritik Karya Jurnalis?

Diskusi berlangsung dari pukul 19.40 Wita sampai 22.30 Wita ini, mengjadirkan salah satu jurnalis Harian Kompas, dan penulis buku Jurnalisme Bencana,

AJI Makassar Gelar Diskusi Kebencanaan, Jurnalis Kompas Kritik Karya Jurnalis?
Darul Amri/Tribun Timur
Suasana saat Diskusi Literasi Kebencanaan digelar AJI Kota Makassar, di warkop Independen Jl Toddopuli nomor 7, Manggala, Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar, menggelar diskusi Literasi Kebencanaan di warkop Independent, Selasa (9/7/2019).

Diskusi berlangsung dari pukul 19.40 Wita sampai 22.30 Wita ini, mengjadirkan salah satu jurnalis Harian Kompas, dan penulis buku Jurnalisme Bencana, Ahmad Arif.

Gubernur Sulbar Lakukan MoU dengan BPN, Bank Sulselbar dan DJP Hari Ini

3 Zodiak yang Akan Alami Perubahan Besar & Beruntung Sepanjang Bulan Juli 2019

Ahmad Arif membuka diskusi itu dengan sebuah tayangan slide, terkait karya-karya jurnalis Indonesia yang menurutnya telah dikritik wartawan atau jurnalis luar negeri.

Kritik tersebut tentang, gaya penulisan di pemberitaan-pemberitaan tenatang nama korban atau pelaku anak, tentang perasaan keluarga korban bencana dan lain-lainnya.

"Banyak kritik dari media luar negeri ke media dan jurnalisme di Indonesia, terkait pemberitaan soal bencana dan juga kasus melibatkan anak," ungkap Ahmad Arif.

Kritik tersebut menurutnya, harusnya jadi pertimbangan untuk membuat karya-karya jurnalis kedepannya. Tapi, itu seperti tidak mempan ditengah maraknya media online.

"Lihat diluar negeri, Jepang saat bencana media mereka tidak tampakan kesedihan yang berlebihan, tidak ke keluarga korban lalu tanya sedih atau tidak?," ujar Ahmad.

Kata Ahmad, sebagai jurnalis saat bencana atau saat ditugaskan ke daerah bencana. Setidaknya buat karya yang memotivasi dan beri edukasi soal bencana dan lainnya.

Seperti, bagaimana mengedukasi publik tentang Mitigasi Bencana, resikonya atau dampak bencana saat ada dalam rumah, dan apa mesti dilakukan saat bencana.

Suasana saat Diskusi Literasi Kebencanaan digelar AJI Kota Makassar, di warkop Independen Jl Toddopuli nomor 7, Manggala, Kota Makassar.
Suasana saat Diskusi Literasi Kebencanaan digelar AJI Kota Makassar, di warkop Independen Jl Toddopuli nomor 7, Manggala, Kota Makassar. (Darul Amri/Tribun Timur)

"Seharusnya cara-cara seperti inilah yang disebar luaskan, sebenarnya jumlah korban itu perlu tapi itu hanya akan menambah kesedihan keluarga korban," jelas Ahmad.

Seperti diketahui, dalam diskusi ini Ahmad Arif mengakui buku yang dia tulis berjudul Jurnalisme Bencana, itu sebagai sebuah kritik untuk jurnalis dan untuk dirinya juga.

Diskusi ini diikuti belasan mahasiswa dari Pers kampus di Makassar, dan beberapa jurnalis atau wartawan elektronik, cetak dan online di Kota Maksssar. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved