1.022 Petugas Siap Melayani Jamaah Indonesia Menuju Haji Mabrur

jamaah haji memohon kepada Allah agar dirinya dijadikan hamba yang hajinya mabrur dengan memiliki kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan

1.022 Petugas Siap Melayani Jamaah Indonesia Menuju Haji Mabrur
dok.tribun
Dr Kaswad Sartono, Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel/Ketua Sektor 2 Makkah Musim Haji 2019

Dr H Kaswad Sartono
Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel/Ketua Sektor 2 Makkah
Melaporkan dari Mekah

TRIBUN-TIMUR.COM, MEKAH - Haji adalah suatu rangkaian ibadah yang di dalamnya mencakup aktivitas ihram, wukuf, thawaf, sai, dan tahallul yang dilaksanakan di tempat tertentu dan waktu tertentu.

Ibadah haji sebagai rukun kelima dalam pokok bangunan syariat Islam merupakan impian setiap orang Islam. Dalam konteks inilah, sehingga ibadah ini dipandang sebagai penyempurna dalam spektrum keislaman seseorang karena telah nelaksanakan seluruh rukun Islam.

Bahkan setiap hamba Allah yang telah melaksanakan haji secara sosiologis juga mengalami grafiks peeningkatan status sosialnya.

Biasanya dalam kultur keislaman di Indonesia khususnya, termasuk di Sulawesi Selatan seseorang yang telah menunaikan ibadah haji langsung dipanggil “pak haji", “ibu haji" bahkan “puang haji".

Kenapa demikian? Kkarena memang dalam salah satu doa ketika menunaikan haji yakni ketika melihat Kakbah, doa yang diminta oleh jamaah haji adalah memohon kepada Allah agar dirinya dijadikan sebagai hamba yang hajinya mabrur dengan memiliki kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan.

Berhubung haji merupakan ibadah badaniyah, di samping ruhiyah dan maliyah, maka ibadah ini membutuhkan kesiapan dokumen haji, manasik haji, kesehatan fisik yang prima, juga akhlak sosial yang mendukung interaksi kolektif secara baik.

Namun demikian, ada berbagai kenyataan perhajian bahwa jamaah haji memiliki latar belakang, kondisi kesehatan, dan pemahaman manasik yang beragam, maka di sinilah dibutuhkan adanya petugas haji yang profesional, integritas, komitmen dan kepedulian tinggi.

Berdasarkan survey indeks kepuasan jamaah haji tahun 1439 Hijriyah yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), peran petugas haji Indonesia menempati posisi kedua dalam mengangkat indeks kepuasan jamaah dengan capaian 87,69 % setelah layanan bus antarkota yang mencapai 88,25 %.

Berdasarkan data di atas, maka peran dan tingkat profesionalitas, integritas, komitmen, dan kepedulian petugas dalam melayani, membimbing dan melindungi jamaah haji sangat menentukan dan memiliki posisi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas dan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia.

Hari ini (9/7/2019) Pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Pusat menerbangkan 370 orang petugas haji dari jumlah total PPIH Arab Saudi1.022 orang yang akan ditempatkan di Daker dan benrbagai Sektor Makkah.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam amanahnya saat membuka secara resmi Pembekalan Petugas Haji Indonesia Tahun 1440 H/2019 M mengemukakan bahwa petugas haji adalah merupakan manusia pilihan.

“Sebuah nikmat Allah yang wajib disyukuri karena diberikan kesempatan untuk melayani hamba terbaik (para tamu Allah, dhuyufurrahman) di tempat terbaik dan dengan niat terbaik, sekaligus diberikan kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji,” kata menteri agama.

Namun demikian, lanjut putra KH Saifuddin Zuhri, bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani, membimbing dan melindungi jamaah haji.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved