Warga Pallae Wajo Protes Operasi Perusahaan Tambang

Mereka menolak tambang pasir tersebut beroperasi di Lingkungan Pallae. Alasan masyarakat Pallae menolak tambang milik Danni Akbar Mustari tersebut kar

Warga Pallae Wajo Protes Operasi Perusahaan Tambang
hardiansyah/tribunwajo.com
Masyarakat berunjuk rasa di lokasi tambang pasir yang dikelola CV Muara Saddang di Lingkungan Pallae, Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Puluhan masyarakat Pallae, Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo mendatangi lokasi tambang pasir yang dikelola CV Muara Saddang, Selasa (9/7/2019).

Mereka menolak tambang pasir tersebut beroperasi di Lingkungan Pallae. Alasan masyarakat Pallae menolak tambang milik Danni Akbar Mustari tersebut karena mengancam keselamatan warga warga setempat. 

VIDEO: Aptrindo-Organda Tolak Kebijakan Bapenda Terkait Insensif PKB

Pembobol Masjid di Makassar Tewas usai Ditembak Timsus Polda Sulsel

Penolakan masyarakat Pallae tersebut bermula sejak Mei 2016 lalu hingga saat ini.

"Kita tolak kehadiran tambang pasir beroperasi di tengah pemukiman masyarakat, juga lokasinya sangat dekat dari fasilitas umum (masjid)," kata salah satu tokoh masyarakat setempat, Rustan Asta.

Sejak tambang pasir tersebut beroperasi, bantaran sungai mulai terkikis.

Padahal, mayoritas masyarakat bermukim di bantaran sungai. Bahkan, sudah ada satu unit rumah yang pindah lantaran rumahnya terancam. Dan kini satu unit rumah kembali terancam hilang jika tidak dipindahkan di Lingkungan Pallae.

Selain itu, sumber air masyarakat yang langsung dari Sungai Walennae pun tercemar dan keruh bila beroperasi. Dan juga suara mesin bising.

Masyarakat berunjuk rasa di lokasi tambang pasir yang dikelola CV Muara Saddang di Lingkungan Pallae, Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (9/7/2019).
Masyarakat berunjuk rasa di lokasi tambang pasir yang dikelola CV Muara Saddang di Lingkungan Pallae, Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (9/7/2019). (hardiansyah/tribunwajo.com)

"Kita mempertanyakan kenapa izinnya bisa keluar, padahal masyarakat tidak dilibatkan dalam penerbitan izin lingkungan atau UKL-UPL," katanya.

Polemik pengoperasian tambang pasir yang berada di aliran Sungai Walennae ini juga sudah dibahas di Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir April 2019 lalu.

Usai berunjuk rasa di lokasi tambang, massa yang berjumlah puluhan orang tersebut bergerak ke Kantor DPRD Kabupaten Wajo untuk menyampaikan keluh-kesahnya.

Selain masyarakat Lingkungan Pallae, Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe, juga bergabung masyarakat Dusun Massappa, Desa Bentenglompoe, Kecamatan Sabbangparu untuk meolak pengoperasian tambang pasir tersebut. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved