Tren Penurunan Penjualan Kendaraan Bermotor Hantui Multifinance

Tantangan pembiayaan di tahun ini cukup menantang karena tren penjualan kendaraan

Tren Penurunan Penjualan Kendaraan Bermotor Hantui Multifinance
Ilustrasi pameran mobil

TRIBUN-TIMUR.COM - Perusahaan multifinance semakin efisien dalam berbisnis.

Hal ini terekam dalam data rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perusahaan multifinance di Indonesia, terpantau menurun year on year (yoy) di Mei.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio BOPO pada Mei 2019 berada di angka 79,29%.

Pencapaian ini menurun dibandingkan pada Mei 2018 di angka 79,88%. Meski menurun tipis, perusahaan multifinance tetap tak bisa berbangga diri. 

Baca: Multifinance Makin ‘Alergi’ Surat Utang

Baca: Multifinance Wajib Punya Modal Minimal Rp 100 M, OJK Siapkan Sanksi

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, Senin (8/7/2019) mengatakan tantangan di industri pembiayaan masih cukup besar hingga akhir tahun ini.

Menurutnya pelaku usaha perlu meningkatkan efektivitas dalam berbisnis lebih kencang lagi. 

Suwandi mengingatkan terkait tren penurunan penjualan kendaraan roda empat dan roda dua pasti akan mempengaruhi kinerja industri multifinance hingga akhir tahun nanti. 

Peningkatan beban operasional sebenarnya terbilang wajar sejalan dengan potensi peningkatan bisnis.

"Tantangan pembiayaan di tahun ini cukup menantang karena tren penjualan kendaraan," ujarnya. 

Baca: Perlukah Suku Bunga Acuan BI Turun? Ini Penjelasan BI Sulsel

Baca: Sinergi BI, OJK, dan Pemerintah, Penyaluran Bansos Kini Tak Lagi Tunai

Cara meningkatkan efisiensi perusahaan pembiayaan adalah dengan pencarian sumber dana yang paling kompetitif. Selain itu juga lewat penggunaan teknologi.

Halaman
12
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved