Najib dan Ansar Kenang Almarhum Ali Baba, Momen 1995 Lawan Barito Paling Diingat

Ia pun mulai membuka kenangan bersama Ali Baba yang bergabung dengan PSM sejak tahun 90 an.

Najib dan Ansar Kenang Almarhum Ali Baba, Momen 1995 Lawan Barito Paling Diingat
wahyu/tribun-timur.com
Najib Latandang (kiri pakai topi) dan Ansar Abdullah (kanan pakai peci) saat melayat almarhum Ali Baba di rumah duka, di Perumahan Permata Mutiara, Jl Dg Tata, Kota Makassar, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Penasehat Teknik PSM Makassar, Najib Latandang, turut hadir di kediaman almarhum Ali Baba di Perumahan Permata Mutiara, Jl Dg Tata, Makassar, Selasa (9/7/2019).

Najib menyempatkan diri hadir, untuk melayat mantan anak asuhnya itu (Ali Baba).

Ia pun mulai membuka kenangan bersama Ali Baba yang bergabung dengan PSM sejak tahun 90 an.

Salah satunya, momen Liga Dunhill 1995 kala Pasukan Ramang bertandang kemarkas Barito Putera.

Perkara Uang Panaik yang Diminta Rp 15 Juta Tapi Mampunya Rp 10 Juta, Salah Satunya Pilih Bunuh Diri

Tanpa IMB, Bangunan PKL di Sekitar Sungai Saddang Enrekang Disorot

Waktu itu, Najib bertindak sebagai pelatih PSM dan Ali turut serta dalam lawatan tersebut.

"Kita lawan Barito masih di Stadion Banjarmasin. Ribut kita di sana. Padahal Ali saat itu masih baru-barunya. Karena namanya tengah menanjak," ucap Najib kepada Tribun-Timur.com, di rumah duka.

Kala itu, Ali yang berperan sebagai pemain belakang memukul pemain Barito Putera.

Kata Najib, usai Ali memukul, pemain tersebut langsung menggelepar.

Tetapi, reaksi suporter tuan rumah langsung merangsak masuk kedalam lapangan kala melihat Ali memukul pemain Barito.

Alhasil, Ali saat itu jadi bulan-bulanan suporter lawan.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved