Gubernur Tagih Perkembangan Bank Sulsebar Jadi Devisa, Dirut: Tunggu PKS dengan BNI

Menurut mantan Bupati Bantaeng itu, saat ini banyak investor yang berminat membangun kerja sama dengan Pemprov Sulsel.

Gubernur Tagih Perkembangan Bank Sulsebar Jadi Devisa, Dirut: Tunggu PKS dengan BNI
Humas Pemprov Sulsel
Gubernur NA saat audiensi dengan direksi dan komisaris Bank Sulselbar di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direksi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) ditagih Gubernur,  Nurdin Abdullah.

Ini terkait keinginan NA agar Bank Sulselbar menjadi bank devisa.

Menurut mantan Bupati Bantaeng itu, saat ini banyak investor yang berminat membangun kerja sama dengan Pemprov Sulsel.

"Kita mendorong bank Sulselbar menjadi bank devisa, karena kita berharap seluruh investasi di Sulsel, BPD juga kecipratan," ujar Nurdin.

Niat Promosikan Situs Dewasa Kekasih, Kali Ini Kinsey Wolanski Gagal Beraksi di Final Copa America

Amsterdam Institute Buka Cabang Karebosi Junction, Simak Penjelasannya

Hal itu dikatakannya saat audiensi dengan direksi dan komisaris Bank Sulselbar di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (9/7/2019).

NA menjabarkan, investasi yang masuk di Sulsel ini hampir semuanya melalui mata uang asing.

Olehnya itu, untuk mendapatkan hasil dari investasi tersebut Bank Sulselbar disarankan beralih menjadi bank devisa.

"Nah kalau tidak jadi bank devisa susah. Bayangikan, orang berbondong-bondong melakukan investasi ke sini, dia (Bank Sulselbat) nggak kecipratan apa-apa," kata NA.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat mengatakan, proses menjadi bank devisa tinggal menunggu Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak bank koresponden.

Dalam hal ini Bank Negara Indonesia (BNI).

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved