Penari Balet Australia dan Indonesia Kolaborasi Pentaskan 'Perjalanan Balet di Tanah Air'

Para penari balet kelas dunia dari West Australian Ballet dan penari berbakat dari Indonesian Youth Ensemble tampil di panggung yang sama

Penari Balet Australia dan Indonesia Kolaborasi Pentaskan 'Perjalanan Balet di Tanah Air'
KEDUBES AUSTRALIA
Pementasan balet oleh penari balet kelas dunia dari West Australian Ballet dan penari berbakat dari Indonesian Youth Ensemble di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Minggu atau Ahad (7/7/2019) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Para penari balet kelas dunia dari West Australian Ballet dan penari berbakat dari Indonesian Youth Ensemble tampil di panggung yang sama di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Minggu atau Ahad (7/7/2019) malam.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari pertunjukan Ballet.id Historia: The Journey of Ballet in Indonesia.

Historia menyoroti sejarah balet di Indonesia, termasuk hubungan antara balet Australia dan Indonesia.

Australian Ballet pertama kali tampil di Indonesia pada tahun 1978, sedangkan West Australian Ballet (WAB) pertama kali tampil di Jakarta, 25 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1994.

Pertunjukan Historia menampilkan karya baru yang diciptakan oleh koreografer Australia Christopher Hilluntuk Indonesian Youth Ensemble.

Hill telah menghabiskan waktu seminggu di Indonesia mengembangkan karya ini, berbagi keahliannya sebagai penari dan koreografer dengan generasi berbakat Indonesia dari Ensemble.

"Kolaborasi ini adalah contoh lain dari hubungan yang berkembang antara industri kreatif Australia dan Indonesia," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan sebagaimana siaran pers Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia kepada Tribun-Timur, Senin (8/7/2019).

"Pertunjukan Historia adalah pengingat dari sejarah kita bersama dan peran penting yang dimainkan oleh seni dalam membangun koneksi antara kedua negara kita," kata Quinlan lebih lanjut.

Penari solo West Australian Ballet, Dayana Hardy Acuña dan Juan Carlos Osma menampilkan dua karya, termasuk karya terkenal White Swan Pas de Deux dari Swan Lake.

 Menurut Pendiri dan Direktur Eksekutif Ballet.id, Mariska Febriyani, kolaborasi antara komunitas balet Australia dan Indonesia akan mendukung kualitas balet yang lebih baik di Indonesia.

"Ballet.id sangat menghargai kemitraan ini dan percaya hal itu akan membawa kesadaran yang lebih luas bagi masyarakat kita dan menawarkan begitu banyak peluang kreatif bagi generasi muda di kedua negara," katanya.

West Australian Ballet memiliki hubungan erat dengan Ballet.id.

Pada tahun 2015, mereka berpartisipasi dalam First Indonesian Ballet Gala, pada tahun 2016 mereka melakukan tur keliling Jakarta dan mengambil bagian dalam kegiatan untuk membangun keahlian penari dan pengurus balet Indonesia.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved