Mahasiswa UINAM Ini Sulap Vespa Tua Jadi Warkop Berjalan

Ada yang menyewa ruko, ada pula yang hanya menggunakan pekarangan sebagai lahan usaha kedai kopinya.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usaha cafe atau warkop tumbuh pesat di Kota Makassar.

Nyaris di setiap sudut jalan di kota berpenduduk 1,6 juta jiwa ini dapat ditemui warkop atau kedai kopi.

Ada yang menyewa ruko, ada pula yang hanya menggunakan pekarangan sebagai lahan usaha kedai kopinya.

Namun berbeda dengan Rifay Rahman (23). Mahasiswa semester akhir Universitas Islam Negeri Makassar (UINAM) ini menyulap Vespa tahun 1998 miliknya untuk dijadikan kedai kopi berjalan atau mobile.

Ditemui di pelataran parkir Gedung Kesenian Sulsel, Jl Riburane, Makassar, Sabtu (6/7/2019) sore, Pay sapaan karibnya menceritakan awal mula dirinya memunculkan ide kreatifnya.

Ia mengungkapkan, ide kreatifnya itu muncul atas dasar kecintaannya terhadap aroma kopi.

Menurutnya, harum aroma kopi telah membuat alam idenya berfikir untuk melakoni bisnis kedai kopi.

"Awalnnya sejak SMA saya sudah cinta kopi, terus masuk kuliah saya punya vespa dari situ saya mulai muncul keinginan untuk punya kedai kopi sendiri," kata Pay.

Keinginannya untuk membuka usaha kedai kopi pun diseriusi. Ia yang juga membuka jasa sewa alat pendakian (tenda, matras, sepatu tracking dan lain sebagainya) itu pun perlahan mengumpulkan modal.

"Dua tahun setelah ide saya muncul baru saya bisa bangun ini kedai, jadi baruka dua bulan lebih ini buka setelah dua tahun saya pikirkan konsepnya," ujar Pay.

Untuk membangun kedai kopi yang diberi nama kedai kopi Pedjalan itu, ia menghabiskan dana sedikinnya Rp 10 juta.

"Ini kayunya dari kayu bekas palet, rangkanya besi, terus sama peralatan meracik kopi sama kursi dan gelas-gelasnya semua itu ada Rp 10 juta," ungkap mahasiswa semester akhir jurusan Bahasa dan Sastra Inggris tersebut.

Selama dua bulan terakhir menjajakan kopi, Pay mengaku dapat meraup keuntungan Rp 100-150 ribu per hari.

Aneka menu yang ditawarkan, espreso, kopi hitam, kopis susu, Vietnam drip, cappucino, V60, kopi tubruk, green tea dan Thai tea.

Untuk menikmati satu suguhan hot atau ice kopi ala Kedai Kopi Pedjalang, anda tidak perlu merogoh kocek lebih dalam. Harga yang ditawarkan berkisara Rp 8-15 ribu per gelas.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved