Polisi Kepung Rumah Mantan Kades yang Minta Tebusan Rp 10 Juta Saat Sandera Sopir Truk dan Kernet

Polisi Kepung Rumah Mantan Kades yang Minta Tebusan Pelaku Saat Sandera Sopir Truk dan Kernet

Polisi Kepung Rumah Mantan Kades yang Minta Tebusan Rp 10 Juta Saat Sandera Sopir Truk dan Kernet
tribunlampung.co.id/anung bayuardi
Polisi Kepung Rumah Mantan Kades yang Minta Tebusan Rp 10 Juta Saat Sandera Sopir Truk dan Kernet 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang mantan kepala desa (kades) sandera sopir dan kernet truk di rumahnya di Desa Hanakau Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara.

Sopir dan kernet yang disandera selama dua hari tersebut, mengaku tak mendapat makan selama dalam penyanderaan pelaku.

Pelaku menyandera sopir dan kernet serta kendaraan mereka berupa truk.

Truk yang disandera merupakan Fuso bermuatan besi.

Muatan truk hendak diantar ke PT Pemuka Sakti Manis Indah di Kecamatan Pakuan Ratu, Way Kanan.

Truk melaju dari Panjang, Bandar Lampung.

Baca: Warga Negara Dapat Disandera Selama 15 Hari Jika Tak Hadiri Hak Angket

Baca: Eks Sandera Abu Sayyaf Asal Sulbar Bebas, Ini Permintaanya untuk Pemerintah

Baca: Rawan Penyimpangan, Aktivis HMI Bulukumba Dorong Pembentukan Perda Pengawasan Pilkades

Truk dikemudikan M Yunus.

Pria berusia 29 tahun itu merupakan warga Teluk Ambon gang Rajawali, Bandar Lampung.

Bersama kernetnya, Unyil, Yunus diberhentikan saat mengemudikan truknya melintasi Desa Hanakau Jaya.

Ia lalu disandera oleh pelaku.

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved