BERITA FOTO: Kakao Lokal di Kabupaten Luwu Utara, Klon MCC-02

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perekebunan (TPHP) Luwu Utara, Armiady, menyebut, produksi biji kakao kering tahun 2018 sebanyak 26.310

BERITA FOTO: Kakao Lokal di Kabupaten Luwu Utara, Klon MCC-02 - kakao-lutra.jpg
Chalik Mawardi
Klon MCC-02 atau klon M45 merupakan nama jenis kakao lokal asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Gambar direkam di Masamba, Sabtu (6/7/2019).
BERITA FOTO: Kakao Lokal di Kabupaten Luwu Utara, Klon MCC-02 - kakao-klon-lutra.jpg
Chalik/Tribun Timur
Klon MCC-02 atau klon M45 merupakan nama jenis kakao lokal asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Gambar direkam di Masamba, Sabtu (6/7/2019).
BERITA FOTO: Kakao Lokal di Kabupaten Luwu Utara, Klon MCC-02 - kakao-mcc-02.jpg
Chalik/Tribun Timur
Klon MCC-02 atau klon M45 merupakan nama jenis kakao lokal asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Gambar direkam di Masamba, Sabtu (6/7/2019).
BERITA FOTO: Kakao Lokal di Kabupaten Luwu Utara, Klon MCC-02 - klon-mcc-02-atau-klon-m45.jpg
Chalik/Tribun Timur
Klon MCC-02 atau klon M45 merupakan nama jenis kakao lokal asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Gambar direkam di Masamba, Sabtu (6/7/2019).

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Kakao merupakan salah satu komoditas yang cukup signifikan, berperan dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perekebunan (TPHP) Luwu Utara, Armiady mengatakan, produksi biji kakao kering tahun 2018 sebanyak 26.310 ton.

Live Streaming RCTI Madura United vs PSM Makassar, Starter XI 2 Tim PSM Ubah Sejumlah Posisi

Bicara Politik Baper, NH Singgung Siapa?

Produksi itu naik apabila dibandingkan tahun 2017 yakni 26.279 ton.

"Tingkat produktifitas kebun kakao di Luwu Utara yakni 1,05 ton per hektare dalam setahun, dengan mengandalkan klon lokal MCC-02," terang Armiady, Minggu (7/7/2019).

Klon MCC-02 atau klon M45, merupakan nama jenis kakao lokal Luwu Utara.

Telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian RI, dan dianggap layak digunakan secara luas oleh petani kakao.

Klon ini memiliki keunggulan biji berbentuk elips memanjang, permukaan pipih, berat perbiji kering 1,61 gram, kadar kulit biji 12 persen, dan kadar lemak 49,2 persen.

Berikut foto-fotonya.

Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved