2018, BNN Sulsel Rehab 1.550 Orang Pencandu Narkoba

Terbukti banyaknya warga Sulsel, yang direhabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

2018, BNN Sulsel Rehab 1.550 Orang Pencandu Narkoba
Hasan Basri/Tribun Timur
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pra Peringatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) di kawasan Car Free Day (CFD) Anjungan Pantai Losari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengguna narkoba di Sulsel, terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir ini.

Terbukti banyaknya warga Sulsel, yang direhabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

Eks Wakil Imran YL None di Pilwali Makassar Busrah Abdullah Minta Restu ke NA

Babak I Berakhir: Madura United Unggul 1-0 Atas PSM Makassar, Ini Link Live Streaming RCTI Babak II

Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Sulsel, Sudaryanto mengatakan, pada 2015 jumlah pencandu narkoba direhab sebanyak 1.280 orang. Sedikit mengalami penurunan pada 2016 yang hanya 1.196.

Namun pada 2017, angka pencandu yang direhab kembali mengalami peningkatan hingga 2018. Jika 2017 mencapai 1.220 orang, 2018 naik menjadi 1.550 orang.

"Program rehabilitasi itu penting karena, dapat memulihkan pecandu narkoba, serta dapat mengembalikan fungsi sosialnya," kata Sudaryanto.

Pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan, dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis.

Bahkan dalam ICD X terdapat kode penyakitnya. Artinya, pecandu narkotika merupakan orang sakit, sehingga mereka wajib direhabilitasi.

"Para pecandu dapat dipulihkan dengan segera, dan angka penyalahgunaan narkotika diharapkan bisa ditekan, karena tadi nya pecandu yang senantiasa membutuhkan narkoba, telah pulih sehingga terjadi penurunan permintaan narkoba," tuturnya.

Selain itu, rehabilitasi penyalahgunaan narkoba jauh lebih sedikit menggunakan uang, atau meminimalisir penggunaan uang negara dibanding dengan opsi dipenjara.

Berdasarkan dari hasil hitungan biaya oleh BNN, jika rehabilitasi rawat inap minimal 3 bulan, mengeluarkan biaya Rp. 3.000.000 per bulan. Jadi selama tiga bulan menghabiskan biaya hampir Rp. 9.000.000.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved