Ingat Tangari? Lelaki yang Hidup Seperti Tarzan di Hutan Enrekang, Bakal Direlokasi ke Pemukiman

Kisah Tangari viral, lantaran disebut bertahan hidup layaknya 'Tarzan'. Ia akan segera direlokasi ke wilayah pemukiman warga.

Ingat Tangari? Lelaki yang Hidup Seperti Tarzan di Hutan Enrekang, Bakal Direlokasi ke Pemukiman
TRIBUN TIMUR/MUH ASIZ ALBAR
Penyerahan Bantuan dari Baznas Enrekang kepada Tangari'. kisahnya viral, lantaran disebut bertahan hidup layaknya 'Tarzan' 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Masih ingat Tangari (62)?  Kakek yang tinggal bersama istri dan dua orang anaknya di sebuah rumah kebun berukuran 4 x 6 meter di daerah Rippi', Dusun Jalikko, Desa Tallu Bamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulsel.

Setelah lebih dua tahun kisahnya yang lalu, kisahnya viral, lantaran disebut bertahan hidup layaknya 'Tarzan', akhirnya Ia akan segera direlokasi ke wilayah pemukiman warga.

Hal itu setelah pihak Baznas Enrekang bersama Pemerintah Desa Tallu Bamba melakukan koordinasi untuk mendirikan rumah layak huni untuk Tangari di Dusun Jalikko, Desa Tallu Bamba.

Baca: TRIBUNWIKI: Ini Profil Rachmat Shaleh, Caleg DPRD Peraih Suara Terbanyak di Enrekang

Baca: Disdalduk-KB Enrekang Raih 3 Juara di Harganas XXVI Tingkat Sulsel

Baca: Pemprov Sulsel Bantu Korban Longsor di Enrekang

Kepala Desa Tallu Bamba, Abd Mu'min, mengatakan, pemindahan rumah Tangari dilakukan setelah adanya bantuan dari Baznas Enrekang.

"Alhamdulillah, setelah komunikasi yang intens, Tangari dan keluarganya sudah bisa direlokasi ke wilayah pemukiman warga. Lokasinya nanti di dalam area perkampungan," kata Abd Mu'min, Jumat (5/7/2019).

Tangari (60) bersama keluarganya, tinggal di sebuah rumah kebun berukuran 4 x 6 meter di daerah yang disebut Rippi', Dusun Jalikko, Desa Tallu Bamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulsel.
Tangari (60) bersama keluarganya, tinggal di sebuah rumah kebun berukuran 4 x 6 meter di daerah yang disebut Rippi', Dusun Jalikko, Desa Tallu Bamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulsel. (muh)

Mu'min menjelaskan, relokasi Tangari baru dapat dilakukan setelah sekian lama sempat terkendala karena Tangari dan keluarganya menolak untuk meninggalkan rumahnya yang berada di tengah hutan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga sempat kesulitan mencari lahan untuk pendirian rumah baru untuk Tangari.

"Tapi setelah koordinasi yang alot dan pembicaraan dari hati ke hati, akhirnya semuanya telah selesai. dan Tangari sudah bersedia pindah ke kampung," ujarnya.

Sementara Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir, memgatakan total bantuan yang diberikan kepada Tangari' senilai Rp 17 juta.

Tangari (60) bersama keluarganya, tinggal di sebuah rumah kebun berukuran 4 x 6 meter di daerah yang disebut Rippi', Dusun Jalikko, Desa Tallu Bamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulsel.
Tangari (60) bersama keluarganya, tinggal di sebuah rumah kebun berukuran 4 x 6 meter di daerah yang disebut Rippi', Dusun Jalikko, Desa Tallu Bamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulsel. (Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com)

Dengan rincian Baznas Enrekang Rp 10 juta untuk tahap awal dan akan ditambahkan Rp 3 juta untuk pembangunan WC rumah Tangari kelak.

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved