Hendra Setiawan Maksidatung Pria Asal Sidrap Jai Pemeran I Lagaligo 2019

Tampil sebagai generasi kedua dalam dengan peran sebagai Messenger atau "pembawa pesan dari dunia atas ke dunia tengah" pada pentas I La Galigo 2019,

Hendra Setiawan Maksidatung Pria Asal Sidrap Jai Pemeran I Lagaligo 2019
Gusnadi/Tribun Timur
Hendra Setiawan Maksidatung, putera daerah Bumi Nene' Mallomo Sidrap tampil sebagai aktor dalam pentas spektakuler I Lagaligo 2019. 

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Tak banyak yang tahu, salah seorang aktor pertunjukan spektakuker I La Galigo adalah putera daerah Bumi Nene' Mallomo, Sidrap.

Tampil sebagai generasi kedua dalam dengan peran sebagai Messenger atau "pembawa pesan dari dunia atas ke dunia tengah" pada pentas I La Galigo 2019, Hendra Setiawan Maksidatung, merasa sangat bangga dapat berpartisipasi pada pentas berskala mancanegara tersebut.

Prediksi Starting XI Persebaya Surabaya vs Persib Bandung di Liga 1 2019, Kick Off Pukul 18.30 WIB

BREAKING NEWS: Ruangan Kepala Bappeda Sulbar Terbakar

"Kebanggan tersendiri bisa menjadi salah satu aktor dalam pertunjukan I La Galigo ini," ungkapnya, Jumat (5/7/2019).

Hendra merupakan Guru Seni di SMPN 1 Tellu Limpoe sekaligus Pimpinan Sanggar Seni Pajoge, Andino Sidrap.

Ia lantas merasa mendapat banyak ilmu baru dari beberapa coach seniman ahli dalam bidangnya serta bekerja sama dengan para team yang sangat professional pada pagelaran tersebut.

"Tampil diatas panggung yang megah dan berkelas dunia merupakan hal yang sangat luar biasa," kesannya.

"Apalagi bisa membawakan epos kuno terpanjang di dunia yang berasal dari Sulawesi Selatan," tambahnya.

Hendra Setiawan Maksidatung, putera daerah Bumi Nene' Mallomo Sidrap tampil sebagai aktor dalam pentas spektakuler I Lagaligo 2019.
Hendra Setiawan Maksidatung, putera daerah Bumi Nene' Mallomo Sidrap tampil sebagai aktor dalam pentas spektakuler I Lagaligo 2019. (Gusnadi/Tribun Timur)

Untuk diketahui, pagelaran I Lagaligo 2019 ini berada dibawah arahan salah satu sutradara teater terbaik di dunia Robert Wilson.

Pertunjukan spektakuler tersebut digelar di Ciputra Artpreneur Jakarta, sejak tanggal 3, 5, 6 hingga 7 Juli 2019 mendatang.

Karya sastra kuno dari Sulawesi Selatan ini, bernama Sureq Galigo dan telah dipentaskan di sembilan negara serta 18 kota di dunia.

Sureq Galigo' atau naskah Bugis kuno dari abad ke-14 tersebut telah diakui dunia internasional oleh UNESCO sebagai World Heritage-Memory of The World.

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Gusnadi/@ggusned

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Gusnadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved