Cukai Kantong Plastik Bakal Naik, Begini Reaksi Pedagang di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar

Kemenkeu berencana akan menetapkan tarif cukai tehadap kantong plastik sebesar Rp 30 ribu per kg.

Cukai Kantong Plastik Bakal Naik, Begini Reaksi Pedagang di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Supardi (42) penjual di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar, ditemui Jumat (5/7/2019) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementrian Keuangan (Kemenkeu) berencana akan menetapkan tarif cukai tehadap kantong plastik sebesar Rp 30 ribu per kg.

Dilansir Kompas.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, untuk menerapkannya harus ada regulasi yang mengatur.

Ia pun berharap agar tahun ini regulasinya dapat terbentuk dan bisa diterapkan.

Baca: Gelapkan Mobil, Wanita Asal Makassar Diciduk Resmob Polres Bone

Baca: Kota Makassar Bakal Gabung GCoM For Climate and Energy

Baca: Hakim Tak Lengkap, Sidang Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Ditunda

"Insya Allah tahun ini, kita optimis," kata Sri Mulyani di Komplek DPR/MPR RI, Senin awal pekan ini.

Lalu bagaimana tanggapan penjual di Pasar Pabaeng-baeng Makassar?

Supardi (42) satu dari sekian penjual di Pasar Tradisional Pa'baeng-baeng, menganggap wacana atau rencana penerapan cukai pada kantong plastik dapat berdampak buruk bagi penjual dan konsumen.

Pasalnya, kata Supardi, penerapan cukai pada kantong plastik atau kresesk itu dikhawatirkan akan berpengaruh pada naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok.

"Kalau kami pedagang, tidak usah (dikenakan tarif cukai). Karena kalau dikenakan tarif cukai pasti barang-barang juga ikut naik," kata Supardi ditemui, Jumat (5/8/2019) sore.

Jika cukai terhadap kantong plastik diterapkan dan berdampak pada naiknya harga sejumlah bahan pokok, kata Pardi sapaan Supardi, tentunya akan berpengaruh pada minat belanja masyarakat.

Selama ini, kata Supardi, untuk kantong plastik kecil, ia tidak membebankan kepada pembeli, alias gratis.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved