Banding Ditolak, Dua Pembakar Rumah yang Tewaskan 6 Warga Dihukum Mati

Putusan ini diketahui dari informasi laman website pengadilan, Kamis (04/07/2019).

Banding Ditolak, Dua Pembakar Rumah yang Tewaskan 6 Warga Dihukum Mati
hasan/tribuntimur.com
Dua terdakwa pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Makassar sedang jalani sidang di Pengadilan Makassar 

Pengadilan Tinggi Makassar menolak upaya banding dua pelaku pembakaran rumah yang menewaskan enam orang warga di Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar.
Atas putusan itu, kedua terdakwa Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), tetap harus menjalani hukuman mati sebagaimana putusan hakim Pengadilan Negeri Makassar.

Di laman itu tertulis  putusan banding ini keluar sejak 27 Juni 2019 dengan nomor   perkara 320/PID/2019 PT Makassar.

Aksa Mahmud Silaturahmi dengan Ikatan Alumni Cendekiawan Timur Tengah

Komisi Informasi Umumkan 15 Nama Calon Komisioner


Kedua menguatkan putusan Pengadilan Negeri Makassar tanggal 11 April 2019 nomor 1627/PID. B/2018 yang dimohonkan banding tersebut.

seluruhnya pidana yang dijatuhkan.
Adapun hakim Pengadilan Tinggi Makassar yang memutus perkara ini yakni Ketut Manika sebagai hakim anggota. Hakim anggota  I Wayan Supartha dan Andi Cakra Alam.
Sebelumnya diberitakan, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati.

Pasal yang dibuktikan yakni yakni pasal 340 tindak pidana pembunuhan berencana ju pasa 55 ayat 1 ke 1 KUHp.

Puluhan Lapak di Kanrerong Bakal Dipindahkan ke Tiga Kecamatan ini

 Jamaah Calon Haji Dihidangkan Coto Makassar saat Berada di Mekkah

Salah satu korban merupakan anak masih dinawa korban. Tedakwa juga pernah melakukan tindak pidana pasal 170.
Terdakwa membakar rumah korban diduga bermotif utang narkoba. Salah satu dari enam korban tewas kebakaran berutang narkoba sebesar Rp 10  juta

Dia salah satu dari enam korban tewas.
Akbar memberikan narkoba sebanyak sembilan paket ke Muhammad Fahri melalui salah seorang rekannya.

Tapi, uang hasil penjualan tidak disetorkan ke Fahri sehingga Akbar memerintahkan Andi Ilham Agsari dan Appang untuk menagih. (*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved