Timpora Pangkep Amankan Satu TKA China Tak Punya Dokumen

Dia langsung diamankan saat Timpora melakukan sidak di perusahaan marmer milik PT Anugerah Marmer Jelita (AMJ)

Timpora Pangkep Amankan Satu TKA China Tak Punya Dokumen
munjiyah/tribunpangkep.com
Salah satu TKA asal Cina, yang diamankan Timpora karena tidak memiliki dokumen lengkap. 

TRIBUNPANGKEP.COM, TONDONG TALLASA - Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Pangkep, mengamankan satu orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina karena tidak memiliki dokumen lengkap.

TKA tersebut bernama Shu Kai Hua. Dia langsung diamankan saat Timpora melakukan sidak di perusahaan marmer milik PT Anugerah Marmer Jelita (AMJ), di Kampung Janna Labbu, Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (3/7/2019).

"Iya ada satu orang yang Timpora amankan, dia tidak bisa perlihatkan dokumennya dan ternyata dia tidak punya dokumen lengkap. Jadi langsung akan kita bawa ke Imigrasi Makassar," kata anggota Timpora sekaligus Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Pangkep, Mustar.

Dia menambahkan, selain satu orang TKA, 12 TKA lainnya juga harus meninggalkan lokasi tambang marmer karena belum melengkapi dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

"Mereka yang 12 orang ini juga belum melengkapi dokumen RPTKA, makanya disuruh tinggalkan lokasi, sampai mereka mampu melengkapi dokumen RPTKA nya," ungkapnya.

Lokasi yang berjarak kurang lebih 50 km dari kota Pangkep tersebut menjadi lokasi tambang marmer AMJ tepatnya di pegunungan Tondong Tallasa.

Disana, mereka dibuatkan perumahan khusus sebagai tempat tinggal selama bekerja di perusahaan AMJ.

Mustar menyebut, sidak yang langsung dilakukan ini sesuai laporan masyarakat kalau perusahaan AMJ yang sudah lama tutup, beraktivitas lagi.

"Ini tindaklanjut dari laporan masyarakat, kemudian Dinas Ketenagakerjaan Pangkep dan saat kita sidak langsung itu kita dapati mereka ada 13 orang," ujarnya.

Ternyata, kata Mustar saat ditanya mereka ada 20 orang TKA. 7 orang lainnya sementara melakukan pengurusan dokumen di kantor Imigrasi Makassar.

Sementara itu, Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, Ikhsyan mengatakan mereka yang belum melengkapi dokumen RPTKA akan dikenakan sangsi.

"Kita beri batas waktu, jika mereka masih belum mampu memperlihatkan dokumen RPTKA nya, kita akan deportasi," jelasnya.

Timpora Kabupaten Pangkep adalah gabungan dari Dinas Ketenagakerjaan, Imigrasi Makassar, Kejari Pangkep dan Kodim 1421 Pangkep.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved