Mamasa Seringkali Diguncang Gempa, Ini Imbauan BPBD
Namun hampir setiap hari, gempa dirasakan warga di Kabupaten Mamasa secara beruntun.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Sepekan terakhir aktivitas gempa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat kembali meningkat.
Belum diketahu jumlah gempa yang terjadi sejak sepekan terakhir ini.
Baca: Warga Salomenraleng Tak Perlu Repot Terbitkan Terbitkan Akta Kematian, Begini Caranya
Baca: Kloter Pertama Embarkasi Makassar Masuk Asrama Haji 6 Juli
Namun hampir setiap hari, gempa dirasakan warga di Kabupaten Mamasa secara beruntun.
Kekuatan gempa bervariasi antara Magnitude 3,7 SR, hingga kekuatan utama yang terjadi pada Selasa malam mencapai 4,3 SR.
Dari analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi dibeberapa titik di wilayah Kabupaten Mamasa, dengan kedalaman 5 Km.
Sebelumnya melalui situs resmi BMKG, warga yang berada di wilayah titik gempa diharapkan untuk tetap waspada.
Kepala Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa Daud Sattu, mengimbau agar masyarakat tetap tenang.
Daud mengatakan, pihaknya mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik.
Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak BMKG, gempa bumi yang terjadi di Mamasa merupakan gempa tipe swarm.
Gempa ini kata dia, gempa yang terjadi dan dirasakan dalam waktu yang cukup lama.
Namun disebutkan, gempa tipe ini tidak menimbulkan bahaya, sebab skalanya tidak terlalu besar.
"Yang kita harus lakukan adalah waspada dan tidak panik," terang Daud Sattu saat dikonfirmasi Rabu (3/7/2019) pagi.
Dijelaskan Daud, bahwa berdasarkan keterangan BMKG, dampak yang ditimbulkan gempa ini, seperti runtuh, kecil kemungkinan akan terjadi.
Kemungkinan terburuk dampak dari gempa ini, pihaknya akan siap dalam menghadapi bencana.
Namun siap yang dimaksudkan yakni, kesiapan tenaga sebab dari segi anggaran belum tersedia.
"Kalau sudah terjadi baru kita laporkan ke pimpinan," tandasnya.
Meski sepekan terakhir aktivitas gempa mulai meningkat, namun Daud mengaku belum mendapatkan laporan terkait dampak yang ditimbulkan.
"Sejauh ini belum ada laporan kerusakan yang kami terima," pungkasnya.
Ia meminta agar warga tidak panik namun tetap waspada.
Terpenting kata dia, warga diimbau untuk tidak mudah mendengarkan informasi yang sifatnya belum dapat dipertanggungjawabkan.
"Jangan mudah percaya hoax, percayakan kepada yang berkompeten menjawab segala kemungkinan yang akan terjadi," pintanya.
Laporan wartawan @rexta_sammy
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur: