Ketua PKK Sulsel Sosialisasi Bahaya Sampah Plastik

Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, Liestiaty Fachruddin menyosialisasikan bahaya peggunaan barang plastik

Ketua PKK Sulsel Sosialisasi Bahaya Sampah Plastik
Humas Pemprov Sulsel
Ketua TP PKK Sulsel, Liestiaty Fachrudin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, Liestiaty Fachruddin mensosialisasikan bahaya peggunaan barang plastik di Kampus II BPSDM, Jalan Cendrawasih, Makassar, Rabu (3/7/2019).

Di depan puluhan peserta yang mengikuti kegiatan Diklatpim dan Diksar, Lies membawakan materi tentang “Pengurangan dan Penanganan Sampah Plastik di Lingkungan Kerja.

Ditemui usai membawakan materi, Lies mengatakan bahwa penyakit kanker sangat berhubungan dengan plastik, sehingga kunjungan tersebut dalam rangka mensosialisasikan bagaimana mengurangi penggunaan plastik dari minuman botol atau gelas.

Baca: VIDEO: Kasus Fee 30 Persen Pemkot Makassar Berlanjut, Siapa Tersangka Selanjutnya?

Baca: FOTO: Polda Sulsel Rilis Kasus Fee 30 Persen Pemerintah Kota Makassar

Baca: Rekrutmen PPIH Dituding Sarat Nepotisme, Ini Pejelasan Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel

“Alhamdulillah hari ini kita diundang di BPSDM, di sini tempat calon-calon pegawai negeri kita dibina. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa mereka serap dan terapkan, apalagi di lingkungan kantor, biasakan membawa tumbler dan mengurangi pemakaian plastik, mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan,” kata Lies yang juga merupakan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sulsel.

Mengenai strategi atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik, Lies menjelaskan bahwa Yayasan Kanker Indonesia (YKI) saat ini giat mensosialisasikan hal tersebut salah satunya melalui menyebarkan pamflet.

“Sebenarnya tugas dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) itu untuk mensosialisasikan pencegahan dan deteksi dini kanker. Apalagi sudah keluar surat edaran dari pak Gubernur untuk pengurangan plastik di Lingkup Kantor Gubernur dan baru keluar dari Kementerian Pendidikan Tinggi untuk pengurangan penggunaan plastik bagi seluruh kampus di Indonesia,” kata istri Gubernur Sulsel ini.

Lebih lanjut, Lies mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi dalam menyukseskan program tersebut adalah lebih pada ketidaktahuan mengenai dampak penggunaan plastik.

“Itu karena mereka tidak tahu dampak terhadap lingkungan, terhadap organisme, kenapa kita harus pemakaian plastik, itu karena tidak tahu saja. Makanya tugas kitalah untuk mensosialisasikan,” ujarnya.

Tak lupa, Lies berharap agar dengan program yang sedang digalakkan tersebut dapat mengurangi penggunaan plastik di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Mudah-mudahan dengan begitu bisa berkurang lah, karena malu kita Indonesia yang kedua terbesar di dunia dalam penggunaan plastik,” tutupnya.

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

A

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved