Kadis Perpustakaan Makassar Berbagi Inovasi di Semarang

Kadis Perpustakaan Kota Makassar Muhyiddin mengunjungi Dinas Arsip dan perpustakaan Semarang untuk berbagi informasi dan inovasi.

Kadis Perpustakaan Makassar Berbagi Inovasi di Semarang
Dok Perpustakaan Makassar
Kadis Perpustakaan Makassar Muhyiddin mengunjungi Dinas Arsip dan Perpustakaan Semarang. Ia didampingi Kepala Bidang Layanan Kerjasama Hikmah Mangani, Kepala Bidang Koleksi Bacaan Aswis Badwi. Rombongannya diterima Kadis Arsip dan Perpustakaan Semarang Bimbong Yogatama bersama Kepala Bidang Layanan Kerjasama Purnomo Adji di ruang kerja, Rabu (3/6/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Momentum rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi pemerintah kota se-Indonesia (Apeksi) di Hotel PO Jl Pemuda, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dimanfaatkan Kadis Perpustakaan Kota Makassar Muhyiddin mengunjungi Dinas Arsip dan perpustakaan Semarang untuk berbagi informasi dan inovasi.

Usai pembukaan Rakernas, Muhyiddin dan rombongan menuju gedung Perpustakaan Kota Semarang yang berjarak hanya sekitar 500 meter.

Muhyiddin yang didampingi Kepala Bidang Layanan Kerjasama Hikmah Mangani, Kepala Bidang Koleksi Bacaan Aswis Badwi, dan sejumlah kepala seksi dan pustakawan diterima Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Semarang Bimbong Yogatama bersama Kepala Bidang Layanan Kerjasama Purnomo Adji di ruang kerja, Rabu (3/6/2019).

Baca: VIDEO: Kasus Fee 30 Persen Pemkot Makassar Berlanjut, Siapa Tersangka Selanjutnya?

Baca: FOTO: Polda Sulsel Rilis Kasus Fee 30 Persen Pemerintah Kota Makassar

Baca: Rekrutmen PPIH Dituding Sarat Nepotisme, Ini Pejelasan Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel

Muhyiddin tertarik dengan layanan kafe baca namun terkendala lahan yang gedung kurang mendukung. Sementara, Bimbong kepincut dengan layanan inovasi Makassar yang disebut Dongkel (Dongeng Keliling) yang menjadi suplemen program Perpustakaan Keliling.

"Saya senang dan tertarik dengan inovasi Perpustakaan Makassar. Banyak inovasi yang patut dijadikan contoh," kata Bimbong via rilis, Rabu (3/6/2019).

Terkait dana alokasi khusus (DAK), Perpustakaan Semarang mendapat bantuan Rp 100 juta untuk koleksi bahan bacaan, sedang Makassar untuk tahun ini memperoleh bantuan Rp 10 miliar dari DAK untuk pembangunan gedung kantor baru terdiri dari lima lantai.

Inovasi lainnya, jika di Makassar dikenal dengan pustaka lorong, di Semarang disebut ramah pintar sekaligus menjadi data base kelurahan.

Muhyiddin berharap, sharing informasi dan inovasi ini bisa saling menyempurkan program inovasi untuk tahun depan.

Laporan Wartawan tribuntimur.com/ Abdul Azis Alimuddin

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

A

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved