TRIBUN-TIMUR.COM - Konflik yang telahteradidi Jalur Gaza membuatbeberapatitikmengalamikrisis air.
Untukmengatasinya, dua Humanity Water Tank (HWT) dariAksiCepatTanggap(ACT) berkelilingmendistribusikanratusan liter air untukwargaPalestina yang berada di daerahkrisis air.
Andi Noor Faradibadaritim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, distribusiair bersih yang dilakukanhampirsetiaphariinimerupakanjawabanataskebutuhan yang mendesak di Palestina.
“Tidakpernahada yang tahukapanlistrik di Gaza mulaimenyala, lebihsering di pagisampaisiangharilistrikitujustrupadam. Artinyakalaulistrikpadam, tidakada air bersih yang bisamengalir. Dalamkondisisepertiitu, kebutuhanakantrukwater tank sangatdiperlukan,” jelasFaradiba, Senin (1/7)
Humanity Water Tank iniakanberkeliling di lima wilayah di Gaza yang semuanyaterbagilagimenjadipuluhantitikdistribusi.
Setelahhampirduamingguberkelilingdaerah-daerahtersebut,trukakankembalilagi di titikawalmerekamulaisebelumnyadanmengulangidistribusilagiseperti yang telahmerekalakukan.
Selain di pemukimanwarga, Faradiba juga mengatakanHumanity Water Tank juga akanmendistribusikanbantuan air bersihkepadafasilitas-fasilitasumummisalnyasajasekolah, masjid, klinikdansarana-saranaumumlainnya.
“Denganbegitutrukinidiperkirakanakanmemberikankemanfaatankepada 19.400 orang selamasatuminggunya, di mana untuksatu orang akanmenerima 20 liter air bersih," katanya.
"Denganadanyabantuan air bersihini, kami berharapdapatmeringankanbebanPalestinaterutama di tengahkonflik yang seringkalimeletustiba-tiba,” kata Faradiba.
Michael Lynk, salahseorangPelaporKhusus di PerbsatuanBangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, pada 2017, lebihdari96% akuiferpesisir Gaza, yang merupakansumber air utamabagipenduduk Gaza, tidaklayakdikonsumsimanusia.
Alasannya diantaranyaadalahekstraksi yang berlebihankarenapopulasi Gaza yang sangatpadat, air terkontaminasiolehlimbahdan air laut, blokade Israel selama 12 tahunlamanya,.
Perangasimetris yang telahmembuatinfrastruktur Gaza lumpuhparahdanterus-meneruskekuranganlistrik, sebutLynkdalamlaporanyang dipublikasikanpada 18 Maret 2019 untuk Kantor Komisaris Tinggi PBB untukHakAsasiManusia (OHCHR).