Aktivitas Tambang Milik Amirullah Nur Dihentikan, Ilegal ?

Lokasi tambang milik pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Maros tersebut, terletak di Dusun Bangunpolea, Desa Pattontongan, Kecamatan Mandai

Aktivitas Tambang Milik Amirullah Nur Dihentikan, Ilegal ?
Anggota DPRD Maros/Hasmin Badoa
Penghentian sementara tambang milik anggota DPRD Maros, yang juga Ketua Partai Demokrat Maros, Amirullah Nur

TRIBUN-MAROS.COM, MANDAI - Aktivitas tambang galian C milik anggota DPRD Maros, Amirullah Nur, dihentikan sementara, Rabu (3/7/2019).

Lokasi tambang milik pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Maros tersebut, terletak di Dusun Bangunpolea, Desa Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabulaten Maros.

Tambang milik Amirullah Nur itu, diketahui memiliki luas sekitar 4,9 hektare.

Informasi penghentian sementara tersebut, dibenarkan Ketua Komisi II DPRD Maros, Hasmin Badoa.

DOWNLOAD Gratis Disini Buku Hannan Arendt Referensi Rocky Gerung Saat Debat ILC TVOne

Presiden Jokowi Lempar Kisi-kisi Calon Menterinya, Sosok yang Muda, Nama Jusuf Kalla Ikut Disebut

"Iya kami sudah kesana. Bukan ditutup yah, tetapi dihentikan sementara sampai ada kesepakatan dengan warga setempat," kata Hasmin Badoa, kepada tribun-maros.com.

Hasmin mengaku, aktivitas tambang tersebut dihentikan, gegara adanya protes warga setempat.

Apalagi di sekitar tambang tersebut, terdapat tempat yang dianggap situs oleh warga setempat.

"Sebenarnya situs itu tidak masuk dalam lokasi tambang, tetapi di puncak gunung. Warga setempat khawatir, jika sewaktu-waktu longsor," ujarnya.

Hasmin juga menyebut, aktivitas tambang milik Amirullah Nur bisa beroperasi lagi, ketika telah terjadi kesepakatan dengan warga setempat.

VIDEO: Mei Neraca Perdagangan Sulsel Surplus Rp 382 Miliar, Terbesar Sepanjang Tahun

Rawan Penyimpangan, Aktivis HMI Bulukumba Dorong Pembentukan Perda Pengawasan Pilkades

"Kalau sudah ada kesepakatan, bisa jalan lagi. Apalagi tambang milik Ketua Demokrat, itu punya izin produksi," tuturnya.

Terpisah, Ketua Demokrat Maros, Amirullah Nur, mengaku tak mempermasalahkan penghentian sementara tambangnya itu.

Apalagi, usaha tambangnya memiliki izin, terhitung 9 Desember 2016 hingga 8 Desember 2022 mendatang.

"Justru saya harus memberi contoh sebagai anggota DPRD Maros," tuturnya.

Sekadar diketahui, aktivitas tambang di Maros kerap kali dikritik warga sekitar, dan pemerhati lingkungan.

Pasalnya, selain sopir angkutan tambang diduga sering ugal-ugalan, tak sedikit pula yang disinyalir izinnya kadaluarsa, bahkan ilegal.

Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 
Penulis: Amiruddin
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved