VIDEO: Intip Budidaya Rumput Laut Katoni di Wotu Luwu Timur

Harga katoni kering di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, berkisar Rp 22 ribu per kilogram di pengepul.

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Bertani rumput laut jenis katoni, menjadi mata pencarian warga pesisir di Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Harga katoni kering di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, berkisar Rp 22 ribu per kilogram di pengepul.

Baca: PPIH Majene Larang JCH Berangkat Terpisah dari Rombongan

Baca: Soal Gubernur Nurdin Abdullah, Busrah Kritik Pernyataan Mulawarman

Sementara rumput laut katoni yang masih basah, petani biasa menjualnya dengan harga Rp 4 ribu per kilogram ke sesama petani. Katoni yang masih basah digunakan sebagai bibit.

Katoni dibudidaya warga Kecamatan Wotu di perairan Teluk Bone. Katoni salah satu komoditi ekspor.

"Iya, harganya sekarang sekitar begitu Rp 22 ribu atau sampai Rp 24 ribu," kata petani katoni, Iwan kepada TribunLutim.com, Selasa (2/7/2019).

Cara budidaya katoni menggunakan tali. Tali diikat di tiang yang tertancap di dasar laut atau petani menyebut tali pondasi.

Kemudian tali untuk bibit katoni yang diikat melintang di tali pondasi, lengkap dengan pelampung dari botol plastik (binto). Panjangnya tali bibit sampai 50 meter.

Bertani rumput laut katoni juga mengandalkan cuaca. Saat laut berombak, petani kadang was-was karena rumput kadang lepas dari tali karena arus.

Tekstur katoni bercabang-cabang dan warnanya coklat, permukaannya licin. Rumput laut katoni dimanfaatkan dalam industri kosmetik, makanan, dan obat-obatan.

Budidaya rumput laut katonik jadi komoditi andalan warga yang tinggal di bagian pesisir Kecamatan Wotu.

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved