Rekrutmen PPIH Dituding Sarat Nepotisme, Begini Pejelasan Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel

Menurutnya, proses rekrutmen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah berjalan sesuai prosedur dan berlansung secara transparan.

Rekrutmen PPIH Dituding Sarat Nepotisme, Begini Pejelasan Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel
Humas Pemkab Lutra.
Jamaah Calon Haji (JCH) mengikut bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Luwu Utara di Aula Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Rabu (26/6/2019). 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono, membantah adanya tudingan perekrutan petugas pendamping jamaah calon haji 2019 sarat nepotisme.

Menurutnya, proses rekrutmen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah berjalan sesuai prosedur dan berlansung secara transparan.

"Rekrutmen petygas haji itu sudah dilakukan dengan transparan. Petunjuknya dari Jakarta ada beberapa peryaratan yang harus dipenuhi, mulai misalnya TPHI, TPHI itu adalag pegawai Kementerian Agama tidak ada yang lain, kemudian memiliki kemampuan terkait dengan haji, leadership dan lain sebagaianya," kata Kaswad Sartono.

Untuk pembimbin jamaah calon haji (JCH) lanjut Kaswad Sartono, syaratnya yang pertama sudah haji, yang kedua memiliki kemampuan leadership dan manasik dan tidak mesti dari Kementrian Agama.

 Muh Rusdi Sebut Pemerintahan Gowa Sudah Berjalan dengan Semangat Perubahan

Kamu Ada Rencana Liburan ke Yogyakarta? 8 Tips Berbelanja Murah di Malioboro

"Tetapi, pertama dari kementrian agama yang kedua dari unsur perguruan tinggi, lemudian dari unsur ormas Islam. Jadi semuanya sudah terbuka dan online," ujarnya.

Untuk ujian dalam rekrutmen pendamping haji, kata Kaswad Sartono tidak hanya ujian adminsitrasi.

Melainkan, lanjut Kaswad Sartono, juga dilakuman ujian CAT online, wawancanra dan mengikuti pelatihan selama 10 hari.

"Jadi, karena ini adalah rekrutmen yang akan melayani jamaah haji Sulsel sebanyak 7.789, maka rekrutmen (petugas atau pendamping) jamaah haji ini tidak main-main," jelasnya.

Tudingan miring terhadap proses rekrutment yang dianggap sarat nepotisme itu dilontarkan sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Pemudan Mahasiswa Nusantara saat berunjukrasa di depan kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel, Jl Nuri, Kecamatan Mariso, Makassar, Selasa (2/7/2019) siang.

"Kami meminta Kakanwil Sulsel (Haji Anwar Abubakar) agar melakukan perekrutan ulang petugas haji karena kami melihat yang telah direkrut ini adalah keluarga dari Kakanwil itu sendiri," kata Kordinator Aksi, Ahmad Pataruddin Attar.

Mereka (pengunjukrasa) menuding  petugas kloter bernama Yusrin yang merupakan kepala KUA Rappocini merupaka  kerabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Anwar Abubakar). 

Begitu juga dengan staf Kemenag Gowa, Asia Abubakar yang diangkag menjadi petugas non kloter. Asia Abubakar kata pengunjukrasa merupakan adik Anwar Abubakar.

Kemenag Sulsel melakukan rekrutmen terhadap Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

INILAH Alasan Hotman Paris Mati-matian Bela Fairuz Soal Kasus Ikan Asin, Kaitkan Kisah Masa Lalu

SAKSIKAN LIVE STREAMING Gerhana Matahari Total, Dapat Ditonton dari Smartphone Android maupun iOS

Petugas TPIH dan PPIH nantinya digabung dengan petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang direkrut melalui Pusat Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kementrian Kesehatan RI.

Terdapat lima petugas menyertai jamaah calon haji (JCH) dalam satu kloter. Kelima petugas kloter itu, masing-masing seorang ketua kloter (TPHI), pembimbing ibadah (PPHI) dan dan petugas kesehatan (TKHI).

Selain itu juga terdapat petugas non kloter yang perekrutannya dilakukan lansung oleh Kementrian Agama RI.

Total petugas haji yang didalamnya terdapat, PPHI, TPHI dan TKHI di yang akan mendamping jamaah calon haji Sulsel sabanyak 85 orang .(tribun-timur.com).
 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved