Polda Tetapkan 5 Tersangka Pemilu 2019, Rahman Pina: Saya Cuma Saksi

Mereka, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Panakkukang Umar, Ketua PPK Kecamatan Biringkanaya Adi.

Polda Tetapkan 5 Tersangka  Pemilu 2019, Rahman Pina: Saya Cuma Saksi
darul/tribuntimur.com
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, menjelaskan kelanjutan kasus Fee 30 Persen di warkop Siama di Jl Urip Sumoharjo, Makassar. 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menetapkan lima tersangka, dalam kasus dugaan penggelembungan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Selasa (2/7/2019).

Mereka, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Panakkukang Umar, Ketua PPK Kecamatan Biringkanaya Adi.

Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Panaikang, Kecamatan Panakkukang Fitri, Operator Komisi Pemilihan Umum (KPU) Biringkanaya Rahmat, dan Ismail (anggota PPS Panakkukang).

Mahkamah Konstitusi Keluarkan Jadwal Sidang PHPU, Ini Persiapan KPU Sulsel

 Ustaz Abdul Somad Tiba-tiba Berpamitan ke Jamaahnya, Akan Tinggalkan Indonesia Selama 6 Bulan

Penetapan lima tersangka penyelenggara Pemilu serentak 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel atau Makassar B dilakukan pasca-Kuasa Hukum Andi Imran Tenri Tata Amin Syam, Rahmat Anzari melaporkan penyelenggara ke Bawaslu Sulsel.

Dalam laporan pelapor ke Bawaslu Sulsel, Rahmat Anzari melaporkan KPU Makassar, Bawaslu Makassar, PPK Biringkanaya, PPK Menggala, dan PPK Panakukkang.

Adapun nomor laporan Rahmat, bernomor 034/LP/PL/Prov/27.00/V/2019. Laporan pelapor kemudian terregistrasi dengan nomor: 002/SG/LP/PP/Prov/27.00/V/2019.

Status laporan itu diteruskan ke penyidikan untuk terlapor PPK Biringkanaya, Manggala, dan Panakukkang. Satu-satunya PPK tidak terlapor adalah PPK Tamalanrea.

Mereka yang baru dimintai klasifikasi oleh penyidik di antaranya Ketua KPU Makassar M Farid Widja, Rahman Pina (Ketua Komisi C DPRD Makassar), Nasruddin Upel (Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, dan Lukman B Kady (adik kandung anggota DPR RI dari Partai Golkar Hamka B Kady).

 VIDEO: Semifinal Copa Amerika 2019: Pimpinan Baznas Enrekang Optimis Brazil Menang

 HUT ke-17 Palopo, Ini Harapan Caleg Terpilih Abdul Salam

Ketiganya merupakan caleg Partai Golkar Sulsel yang maju bertarung pada Pemilu serentak Pileg 2019.
Selain ketiganya, caleg Golkar lainnya juga bakal di panggil karena suaranya diduga ikut berubah.

Selain suara para caleg Partai Golkar Sulsel berubah, suara sejumlah caleg Partai Gerindra, Nasdem, dan beberapa partai lain peserta Pemilu 2019 di Dapil II Sulsel juga berubah.
Mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga caleg pusat.

"Ada perubahan atau perbedaan suara yang terjadi dihampir semua caleg. Baik Golkar, Gerindra, Nasdem, dan partai lainnya. Juga semua tingkatkan caleg suaranya berubah," kata sumber Tribun yang enggan disebutkan namanya kepada Tribun, Selasa (2/7/2019).

Terkait pemeriksaannya di Bawaslu Sulsel, Caleg terpilih dari Partai Golkar Sulsel, Rahman Pina menyatakan dirinya diperiksa sebagai saksi.

"Saya dan teman-teman cuma saksi. Diminta terkait jumlah suara. Ada yang berkurang dan ada yang bertambah," kata Rahman Pina kepada Tribun Timur, Selasa (2/7/2019) malam
 
Terkait pemeriksaan sejumlah caleg DPRD Sulsel dari Dapil Makassar B, Bawaslu Sulsel mengaku sudah tidak mengetahui.

"Sudah ditahap penyidikan silahkan dikonfir kepenyidiknya dinda," kata Komisioner Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf.

Laporan Wartawan tribuntimur.com/ Abdul Azis Alimuddin

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved