Setelah Ketua KPU Bersaksi, Giliran Caleg Golkar Dicecer Pertanyaan di Bawaslu Sulsel

Dalam laporan pelapor ke Bawaslu Sulsel, Rahmat Anzari melaporkan KPU Makassar, Bawaslu Makassar, PPK Biringkanaya, PPK Menggala, dan PPK Panakukkang.

Setelah Ketua KPU Bersaksi, Giliran Caleg Golkar Dicecer Pertanyaan di Bawaslu Sulsel
Komisioner KPU Makassar
Lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar periode 2018-2023 resmi dilantik oleh KPU RI di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (24/12/2018). (kanan) Ketua KPU Makassar Farid Wadji bersama Komisioner KPU Makassar lainnya. 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Gakkumdu Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mulai memeriksa sejumlah pihak, terkait laporan Kuasa Hukum Andi Imran Tenri Tata Amin Syam, Rahmat Anzari.

Dalam laporan pelapor ke Bawaslu Sulsel, Rahmat Anzari melaporkan KPU Makassar, Bawaslu Makassar, PPK Biringkanaya, PPK Menggala, dan PPK Panakukkang.

Adapun nomor laporan Rahmat, bernomor 034/LP/PL/Prov/27.00/V/2019. Laporan pelapor kemudian terregistrasi dengan nomor: 002/SG/LP/PP/Prov/27.00/V/2019.

Nasib Petepete Smart dan Aparong Gagasan Danny Pomanto Belum Jelas, Iqbal Bilang Begini

VIDEO: Warga Tuntut Perbaikan Aliran Sungai Rongkong Luwu Utara

Status laporan itu diteruskan ke penyidikan untuk terlapor PPK Biringkanaya, Manggala, dan Panakukkang. Satu-satunya PPK tidak terlapor adalah PPK Tamalanrea.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar Gunawan Mashar mengakui jika pihak KPU Makassar terlapor dan sudah memberikan kesaksian arau keterangan di Bawaslu Sulsel.

"Iyye, memberikan keterangan. Ketua (KPU Makassar, M Farid Wadji yang berikan keterangan). Beberapa waktu lalu," katanya kepada Tribun, Senin (1/7/2019) malam via pesan Whatsapp.

"Belum ada laporan soal itu," kata Komisioner Bawaslu Makassar Zulfikarnain kepada Tribun Timur terkait apakah pihaknya sudah memberikan kesaksian di penyidik Gakkumdu Bawaslu Sulsel terkait laporan Rahmat Anzari di Bawaslu Sulsel.

Hari ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mengaku belum mendapat informasi terkait Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Rahman Pina diperiksa penyidik, Senin (1/7/2019).

 Kisah Nikmatnya Berbagi pada Program Dapur Qurban Makassar

Hadiri Pembukaan Pekan Raya, Bupati Mamasa Janji Rp 100 Juta untuk Pembinaan PPr GTM

Informasi diperoleh Tribun Timur, Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar itu diperiksa penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Sulsel bersama caleg Golkar Sulsel di Pileg 2019, Nasruddin Upel sekitar pukul 11.00-12.00 wita.

Selain kedua politisi Partai Golkar itu, adik kandung anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Golkar Hamka B Kady, Lukman B Kady juga diperiksa penyidik sama di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar.

"Saya belum tahu karena itu sudah menjadi kewenangan penyidik," kata Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, Senin (1/7/2019).

"Betul, tadi siang dimintai klasifikasi terkait perolehan suara," ujar Rahman Pina kepada Tribun terkait pemeriksaan dirinya bersama Upel dan Lukman, Senin (1/7/2019) malam. (*)

Laporan Wartawan tribuntimur.com/ Abdul Azis Alimuddin
 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved