Politeknik Pariwisata Makassar gelar FGD di Polewali Mandar Sulbar

Politeknik Pariwisata Makassar program studi Manajemen Tata Hidangan menggelar focus grup discussion (FGD) melalui kegiatan Penelitian.

Politeknik Pariwisata Makassar gelar FGD di Polewali Mandar Sulbar
CITIZEN REPORTER
Politeknik Pariwisata Makassar gelar FGD di Polewali Mandar Sulawesi Barat 
TRIBUN-TIMUR. COM MANDAR - Politeknik Pariwisata Makassar program studi Manajemen Tata Hidangan menggelar focus grup discussion (FGD) melalui kegiatan Penelitian.
Hal itu dalam rangka bagaimana mengupayakan peningkatan pelayanan prima pada pelaku usaha hotel, restoran, dan rumah makan di Lilianto Hotel  Polewali Mandar, Senin (1/7)

Kegiatan ini diikuti para pelaku usaha restoran rumah makan dan hotel se kabupaten Polman.

TRIBUNWIKI: Jadi Juara GP Austria 2019, Ini Profil Max Verstappen, Ayah Ibunya Juga Pembalap

TRIBUNWIKI: Jadi Trending di Google, Ini Profil dan Prestasi Bambang Pamungkas

Melalui sambutannya, yang mewakili Kepala Dinas, Kabid Usaha Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Polman, Baso A Matturungan mengharapkan FGD dapat membuka motivasi dan memberi, serta perubahan mindset bagi pengelola restoran, rumah makan dan hotel didaerah ini terkait peningkatan 
Pelayanan,
"kita ingin restoran dan hotel dipolman bisa memberikan pelayanan yg baik sehingga orang betah dan ingin lagi berkunjung" harap baso.

Pada kesempatan yang sama, koordinator  peneliti, prodi mth Poltekpar Makassar ,Dr Wim J. Winowatan S.Sos, M.Pd, yang juga Dosen, mengatakan, kegiatan fgd ini dilakukan berdasarkan hasil dari  observasi
Juga pengamatan, merasakan langsung pelayanan dan melakukan wawancara dari para pelaku usaha sebagai informan dalam penelitian yang mereka lakukan.

Anggap Liga 1 dan Piala Indonesia Sama Penting, Appi: Semua Prioritas

Fakhri Husaini Panggil 33 Pemain untuk Ikut TC Timnas U-19 untuk Piala AFF U-18, Tak Ada Pemain PSM

"Setelah menemukan data dari berbagai sumber sbg informan, ternyata kegiatan ini harus dilaksanakan, sebab, pada umumnya masih banyak pelaku usaha restoran, rumah.makan dan hotel belum memiliki sdm yg memahami apa yang dimaksud dengan Pelayanan prima dan Kompetensi" kata wim


"Hal inilah menjadi tantangan kami sebelum akhir penelitian, sehingga kegiatan ini dilaksanakan", katanya.
Sebab, data yang kami dapatkan dari kantor dinas pemuda, olahraga dan pariwisata bhw, jumlah akomodasi dan fasilitasnya.
Serta, jumlah wisatawan semakin meningkat dan tidak sebading dengan jmlh sdm khususnya yang memahami konsep pelayanan prima dan.kompetensi sambung wim.

Wim berharap dari kegiatan fgd tersebut menghasilkan kesamaan persepsi tentang bagaimana implementasi kompetensi.
Sehingga pelayanan prima dapat diberikan kepada tamu yang pada akhirnya tamu akan terus bertambah dan pendapatan asli daerah ikut bertambah.
Hal ini semua ini bersember dari sdm yang profesional yang memiliki kompetesi sesuai bidangnya masing masing.

Sementara itu , salah satu peserta FGD , babah mengungkapkan harapan agar kedepannya pelatihan tentang cara pelayanan prima bisa dilakukan secara khusus pada resto atau rumah maka.
"kami pemilik rumah makan biasanya sudah melakukan pelayanan yang baik ,namun terkadang karyawan kami belum memiliki kemampuan itu" ungkap pemilik warung Bandung di Kota Polewali Mandar.

Ditulis: Wim J.Winowatan Dosen Politeknik Pariwisata

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:


 
 

Penulis: CitizenReporter
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved