OPINI

OPINI - Berdamai Pasca-Sengketa Pilpres

Inilah putusan mahkamah keadilan yang harus dihormati bersama. Tidak ada keberpihakan mahkamah kepada siapapun, selain daulat rakyat itu sendiri.

OPINI - Berdamai Pasca-Sengketa Pilpres
handover
Damang Averroes Al-Khawarizmi 

Oleh:
Damang Averroes Al-Khawarizmi
Konsentrasi Hukum Pemilu dan Pilkada

Lima hari menjelang putusan sengketa Pilpres 2019 yang teregister dalam perkara 01/PHPU-Pres/XVII/2019.

Dua pihak pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin & Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang masing-masing diwakili oleh para kuasa hukumnya, semuanya optimis akan merengkuh kemenangan.

Dan tibalah masa sidang itu tergelar secara terbuka untuk umum, bahkan disiarkan secara langsung oleh beberapa siaran TV swasta, sehingga jutaan rakyat Indonesia dapat menyaksikannya secara hikmat.

Namun belum tiba di bagian pembacaan amar putusan, baru di bagian pembacaan pertimbangan hukum, sudah dapat terterka, kalau seluruh permohonan pemohon akan ditolak seluruhnya.

Memang benar adanya, tepat jam 21.22 WIB di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat 6. Jakarta, dewi fortuna tidak memihak ke paslon 02.

Palu sidang yang dipegang oleh Anwar Usman, ketokannya cukup menggelegar dan menghujam rasa kecewa bernada sinis bagi 02 beserta para pendukung dan simpatisannya.

Tiba-tiba sunyi berbalut sepi, mencekam, wajah kuasa hukum pemohon terlihat lesu.

Untunglah kelesuan itu tidak berlangsung lama, mereka secara jantan mendatangi kuasa hukum pihak terkait (paslon 01), juga termohon (KPU RI) bersama dengan kuasa hukumnya, saling berangkulan dalam damai menuju Indonesia bersatu, jangan ada konflik dan dendam di antara kita.

Baca: Sudirman Sulaiman Hadiri Tabligh Akbar Dirgahayu ke 17 Palopo

Dalil Sengketa
Kekalahan memang menyesakkan dada, tapi bagi pihak yang menang janganlah membusungkan dada.

Halaman
123
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved