Kepala Dikbud Enrekang Jamin Sistem Zonasi Dalam PPDB Mudahkan Calon Siswa

Hingga awal pendaftaran hingga saat ini, Kepala Dikbud Enrekang, Jumurdin, memastikan pihaknya belum menerima adanya keluhan orangtua siswa.

Kepala Dikbud Enrekang Jamin Sistem Zonasi Dalam PPDB Mudahkan Calon Siswa
azis albar/tribunenrekang.com
Kepala Dikbud Enrekang, Jumurdin 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Enrekang sudah mulai menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 ini.

Total ada 266 sekolah yang terdiri dari 220 SD dan 46 SMP di Enrekang yang menerapkan sistem zonasi.

Hingga awal pendaftaran hingga saat ini, Kepala Dikbud Enrekang, Jumurdin, memastikan pihaknya belum menerima adanya keluhan orangtua siswa terkait penerapan sistem zonasi.

Polisi Selidiki Identitas Perusak Pot Tanaman di Depan Rujab Gubernur Sulsel

Sedang Berlangsung Liga 1 2019 Link Live Streaming Indosiar Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan

Hal itu dibuktikan dengam mulai dari awal penerapan sampai saat ini belum ada orangtua calon siswa yang mendatangi Dikbud Enrekang terkait protes sistem tersebut.

"Alhamdulillah, sampai saat ini tak ada orang tua yang datang keberatan disini. Semua bisa menerima. Karena dari sistem ini sekolah statusnya semua sama tak ada yang disebut unggulan," kata Jumurdin, Senin (1/7/2019) siang.

Menurut Jumurdin, lewat sistem zonasi diharapkan terjadi pemerataan kualitas sekolah, pemerataan jumlah siswa dan sarana dan prasarana di sekolah.

Sehingga tidak muncul lagi ketimpangan jumlah siswa antara satu sekolah ke sekolah lainnya.

Jadi tidak ada lagi sekolah yang disebut unggulan semua, sekolah sama statusnya dan kualitasnya juga sama.

Pengakuan Suami Wanita yang Bawa Anjing Masuk dalam Masjid,Benarkah Gegara Suami ingin Menikah Lagi?

Ulang Tahun Ke-49, Jamkrindo Gelar Peduli Pendidikan

"Kalau sekolah-sekolah yang ada di pedalaman artinya siswa disitu tak perlu jauh-jauh lagi cari sekolah, cukup masuk ke sekolah yang ada disitu," ujarnya.

Ia menjelaskan, kalau ada sekolah kelebihan siswa akan ditunggu hasilnya laporannya, apakah kekurangan peralatan dan lainnya.

Kalau kekurangan sarana dan prasarana maka itu taggung jawab Pemda terkait kekurangan dalam hal ruangan dan mobiler.

"Jadi ini penerapan pertama, tapi tidak menyulitkan, bahkan memudahkan. Karena dari sini ada perimbangan jumlah siswa dan keterjangkauan dari rumah ke sekolah," tuturnya.
(tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved