Polrestabes Makassar Ungkap 1 Kg Sabu, Ini Kata Ketua L-PKNM

Ketua Lembaga Persaudaraan Korban Napza Makassar (L-PKNM) Farid Satria, mengapresiasi kinerja Polrestabes Makassar

Polrestabes Makassar Ungkap 1 Kg Sabu, Ini Kata Ketua L-PKNM
Dok Farid Satria
Ketua Lembaga Persaudaraan Korban Napza Makassar (L-PKNM) Farid Satria, (dok pribadi). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Lembaga Persaudaraan Korban Napza Makassar (L-PKNM) Farid Satria, mengapresiasi kinerja Polrestabes Makassar atas pengungkapan kepemlikan 1 Kg Narkoba jenis sabu oleh seorang kurir bernama Akbar alias Ichal (24).

Warga asal Kabupaten Pinrang itu diringkus Tim Ubur-ubur Satres Narkoba Polrestabes Makassar di Jl Perintis Kemerdekaan, dakat batas Kota Makassar dan Kabupaten Maros, pada 26 Juni 2019 lalu.

Penangkapan itu dirilis ke media di halaman Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Jumat (28/6/2019) siang.

Baca: Polrestabes Makassar Amankan 1 Kg Sabu-Sabu Asal Malaysia, Kurirnya Ditembak

Baca: FOTO: Polrestabes Makassar Amankan 1 Kg Sabu-sabu dan Kurir

Baca: Pembesuk Tahanan Selundupkan Sabu 4 Gram di Lapas Palopo, Begini Modusnya

"Kalau penangkapan 1 Kg (sabu-sabu) itu memang digunakan untuk pasar gelap untuk ke pengguna-pengguna, tentunya apresiasi yang baik bagi Kepolisian. Karena, dari satu kilo itu mungkin banyak masyarakat yang akan menggunakan," kata Farid Satria kepada tribun.

Meski berhasil melakukan pengungkapan, Farid berharap agar kepolisian khusus Polrestabes Makassar juga berupaya agar melakukan penindakan yang humanis.

Penindakan humanis yang dimaksud Farid ialah dengan membedakan pengguna dan pengedar atau bandar.

Pasalnya, kata dia, pengguna atau pecandu narkoba merupakan korban dari peredaran barang haram tersebut.

"Disisi lain perlu juga ada tindakan yang humanis. Maksud kami selain terhadap bandarnya, ketika yang ditangkap adalah seorang pengguna maka hak untuk direhabilitasi tentunya akan lebih menyelamatkan terhadap seseorang tersebut," ujarnya.

Namun, Farid mengaku heran dengan kondisi peredaran narkoba saat ini. Pasalnya, intensitas kepolisian dan BNN melakukan pengungkapan dianggap tidak sejalan dengan menurunnya angka peredaran narkoba.

"Ada juga pandangan prespektif dari kami, kok banyak begini penangkapan selama ini ada yang 1 kilo, BNN kemarin juga menangkap 3 sampai kilo, tapi toh bahan narkoba khususnya sabu yang masuk di Makassar ini seolah tidak pernah menurung," ungkap Farid.

Halaman
123
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved