Jalan Tani Rusak, Warga Minta Tim Terpadu Takalar Hentikan Aktivitas Tambang

Jalan tani di Desa Lassang rusak dan tidak lagi layak dilalui pengguna motor, apalagi saat musim hujan.

Jalan Tani Rusak, Warga Minta Tim Terpadu Takalar Hentikan Aktivitas Tambang
TRIBUN TIMUR/DARULLAH
Mediasi warga setempat kepada buru tambang, Sabtu (29/6/2019). Jalan tani di Desa Lassang, Takalar rusak akibat tambang galian C yang diduga ilegal. 

TRIBUNTAKALAR.COM, POLONGBANGKENG UTARA - Jalan tani di Desa Lassang rusak dan tidak lagi layak dilalui pengguna motor, apalagi saat musim hujan.

Hal ini diakibatkan kehadiran tambang galian C yang diduga ilegal, dan tentunya sangat meresahkan warga.

Tambnag tersebut berlokasikan di Dusun Bontonompo, Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Baca: Enam Bulan Terakhir, 156 Warga Kabupaten Takalar Pilih jadi Janda

Baca: Tolak Aktivitas Tambang, Warga Tutup Jalan di Desa Kalukuang Takalar

Baca: Polongbangkeng Selatan Wakili Takalar Berlomba KUA Teladan Tingkat Provinsi

Tambang galian C yang mengambil tanah timbunan dan pasir campuran, menggunakan eksapator untuk menggali dan menaikkan hasil penambangan pasir tersebut di dump truck 6 roda.

Dampak dari lalu-lalangnya Dump Truck 6 roda ini di jalan tani, maka rusaklah kesting jalan, hamburadul, dan hal ini mendapat kecaman dari pemerintah setempat.

Wakil Ketua Badan Pertimbangan Desa (BPD) Desa Laassang Dg Ngago mengatakan, Kami mewakili masyarakat Lassang menyampaikan keluhan kepada pemerintah, dengan harapan yang lebih di atasnya, kiranya menyikapi tambang tidak resmi ini, karna tidak mengantongi izin yang sah.

"Kami meminta penambang untuk segera menghentikan aktivitas penambangan, karna hal itu merusak jalan tani," kecam Dg Ngago, Sabtu (29/6/2019)

"Kami biasa lalui kalau ke sawah dan kebun, tapi sekarang kami lewat di mana, kalau kami membawah hasil kebun, seperti jagung dan kacang tanah pada saat musim hujan," keluh Dg Ngago.

Sementara pemerintah setempat, dalam hal ini Kepala Dusun Bontonompo, Desa Lassang Dg Nginti ketika dimintai keterangan mengatakan, sangat menyesalkan kegiatan penambangan yang berada di wilyahnya, karna penambang tanpa meminta izinnya untuk menggunakan jalan tani sebagai jalan tambang.

"Sehingga jalan tani yang bersusah payah dibangun pada program PNPM tahun 2014 kini menjadi rusak," keluh Dg Nginti.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved