CSR Tidak Jelas, Warga Minta Bupati Luwu Timur Kumpul Semua Perseroan

Itu menyusul data perusahaan disemua level yang beroprasi di Kabupaten Luwu Timur, belum ada data yang jelas.

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Bupati Luwu Timur Thorig Husler, diminta mengumpulkan seluruh Perseroan Terbatas (PT).

Itu menyusul data perusahaan disemua level yang beroprasi di Kabupaten Luwu Timur, belum ada data yang jelas.

Baca: Ini Sinopsis dan Jadwal Film yang Tayang di XXI MaRI Akhir Pekan Ini, Ada Annabellle

Baca: Anggota Menwa Wolter Mongisidi Latihan Mitigasi Bencana di BPBD Sulsel

Imbasnya, banyak perusahaan tidak melaksanakan kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kalau saya usulkan kepada bupati, undang semua perseroan terbatas semua level," kata tokoh masyarakat Luwu Timur, Andi Yayat Pengerang kepada TribunLutim.com, Sabtu (29/6/2019).

Hal tersebut dilakukan, agar mereka bisa sadar akan kewajibannya.

"Bagaimana seperti apa modelnya, kita buat roadmapnya," ujar A Yayat.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur dinilai apatis, terkait banyaknya perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban CSR.

Seperti diketahui ada beberapa perusahan besar beroperasi di Luwu Timur seperti PT Vale Indonesia di Sorowako, Kecamatan Nuha

PT Vale Indonesia sudah puluhan tahun beroperasi di Luwu Timur. Vale bergerak di industri pertambangan nikel.

Selain itu, PT MARS di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu yang bergerak di industri cacao.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved