TRIBUNWIKI: Profil Chef Mali, dari Tukang Cuci Piring Hingga jadi Koki Pizza e Birra

Restoran yang berkonsep Sport Bar tersebut terletak di lantai II Phinisi Point (Pipo) Mall, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar.

TRIBUNWIKI: Profil Chef Mali, dari Tukang Cuci Piring Hingga jadi Koki Pizza e Birra
abdiwan/tribun-timur.com
Chef Mali ditemui wartawati Tribun Timur di Pizza e Birra lantai II Phinisi Point (Pipo) Mall, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Jumat (28/6/2019). 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pizza e Birra resmi hadir di Kota Makassar. 
Restoran yang berkonsep Sport Bar tersebut terletak di lantai II Phinisi Point (Pipo) Mall, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Koki dibalik kelezatan berbagai menu sajian Pizza e Birra yakni Chef Mahmuddin atau lebih dikenal Chef Mali. 

Lelaki kelahiran Jakarta, 22 Mei 1983 ini telah menekuni dunia kuliner sejak 2001. 

Saat pertama kali menjadi koki, Chef Mali mengaku langsung mendalami adonan Pizza. 

 Anggaran Pilwali Makassar Bebani APBD 2020

Netizen Malaysia Sebut Krisdayanti Akan Jadi Sushi Setelah Tahu KD Suntik DNA Ikan Salmon


“Saya mulai memasak itu di tahun 2001, saat memulai saya langsung pelajari Pizza,” katanya saat ditemui wartawati Tribun Timur di Soft Opening Pizza e Birra digelar di lantai II Phinisi Point, Jumat (28/6/2019). 

Pernah menjadi tukang cuci piring 

Sebelum menjadi koki, Chef Mali pernah menjadi tukang cuci piring disalah satu restoran di Jakarta Pusat. 

Ia hanya bergelut di dapur, mengangkat piring dan mencucinya. 

Kala itu, Mali mengatakan sang manager restoran melihat responsif, inisiatif dan fokus di diri Mali sehingga ia di beri kesempatan untuk mempelajari masak memasak. 

“Saya coaching, dan di mentoring Chef Tatang. Pas saya masak alhamdulillah banyak yang suka, akhirnya selama setahun menjadi tukang cuci puring saya diangkat menjadi chef,” katanya. 

Kacab BPJS Ketenagakerjaan Makassar Berganti, Dodit Isdiyono: Siap Lanjutkan Kerja Asri Basir

Ada Pengalihan Jalur, Antrean Kendaraan Terjadi di Area Drop Zone Bandara Hasanuddin


Malipun tertarik mendalami adonan Pizza. 

Setelah bertahun-tahun menjadi seorang koki di Indonesia, ia berpetualang ke negera Afrika. 

“Saya jadi chef selama satu tahun di Afrika,” jelasnya. 

Setelah kembali ke Indonesia, ia kembali menjadi seorang chef yang asli di kuliner Pizza. 

Kembali ke Indonesia, bukan berarti ia mengakhiri petualangannya ke luar negeri. 

Chef Mali sering diundang ke luar negeri untuk melakukan Pizzaiolo (akrobatik Pizza Indonesia). 

Pasalnya ia merupakan founder Komunitas Pizzaiolo Indonesia. 

Ia sering menampilkan akrobatik Pizza di berbagai acara. 

Chef Mali juga pernah di undang ke salah satu stasiun TV Nasional pada tahun 2008 untuk melakukan live cooking. 

Cita-cita Masa Kecil 

Semasa kecil, Chef Mali tak pernah bercita-cita menjadi seorang koki. 

Malahan ia bercita-cita menjadi seorang petugas pemadam kebakaran. 

“Saya dari kecil bercita-cita menjadi seorang pemadam kebakaran, tidak pernah kepikiran bakal terjun menjadi seorang koki,” ujarnya. 

Hobi lainnya 

Disamping memasak Chef Mali memiliki hobi lain, di antaranya grafic design dan mengoleksi Hot Wheels car. 

Ia juga memiliki sebuah usaha sampingan toko mainan di Jakarta. 

Biodata

Nama lengkapnya: Mahmuddin 
Panggilan: Mali 

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 22 Mei 1983 

Orang tua: 

Ayah: Nurhali
Ibu: Monira

Instagram: @mali_nampatstudio. (*)
 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 
 

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved