Polres Mamasa Terima Laporan Dugaan Politik Uang di Desa Ulusalu

Money politik ini diduga dilakukan Petrus Taruk Puang tim sukses salah satu Calon Kepala Desa Ulusalu, Kecamatan Pana, nomor 3, Ludia Lua'.

Polres Mamasa Terima Laporan Dugaan Politik Uang di Desa Ulusalu
semuel/tribunmamasa.com
Oknum tim sukses Calon Kepala Desa saat kedapatan membagikan uang kepada oknum PNS 

TRIBUNMAMASA.COM, PANA' - Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat akui telah menerima laporan dugaan money politik.

Money politik ini diduga dilakukan Petrus Taruk Puang tim sukses salah satu Calon Kepala Desa Ulusalu, Kecamatan Pana, nomor 3, Ludia Lua'.

Dimana pada beberpa saat sebelum proses memungutan suara pemilihan kepala desa di desa tersebut Petrus Taruk Puang kedapatan membagikan uang.

Petrus Taruk Puang kedapatan memberikan uang kepada oknum diduga Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Yesaya Paillin.

Kejadian ini sempat difoto oleh warga bernama Nikodemus di sebuah rumah saat hendakmelintas di tempat kejadian.

Saat dikonfirmasi Kamis (27/6/2019), Nikodemus mengaku sempat mendapat intimidasi dari oknum tim sukses untuk menghapus foto tersebut.

Namun dikatakan, upaya tersebut gagal sebab Nikodemus berusaha melarikan diri.

Dugaan kecurangan ini telah dilaporkan Calon Kepala di desa tersebut, atas nama Buttu Sarira nomor urut 1.

Buttu Sarira mengaku telah melaporkannya ke pihak Polres Mamasa dan Bagian Pemerintahan selaku paniti pemilihan tingkat kabupaten.

Dugaan money politik ini dilaporkan pada sehari usai Pilkades, dibuktikan dengan surat terima laporan yang diberikan oleh pihak kepolisian tertanggal 25 Juni 2019.

Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto membenarkan telah menerima surat aduan dari pelapor atas nama Buttu Sarira.

"Betul suratnya telah kami terima," terang Dedi Jumat (28/6/2019) siang.

Namun dia mengaku belum bisa mengkonfirmasi surat aduan tersebut kepada pihak pelapor.

Alasannya karena kata dia, Buttu Sarira belum bersedia datang untuk dimintai keterangan. 

"Jadi dia tidak bersedia datang dengan alasan menunggu hasil keputusan dari pemda," ujarnya.

Dengan begitu, Dedi mengaku pihaknya masih menunggu konfirmasi aduan tersebut dari pelapor.

"kita masih menunggu karena dia layangkan surat, tapi tidak bersedia datang dimintai keterangan," pungkasnya.

 
Laporan wartawan @rexta_sammy

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved