Tim Sukses Oknum Calon Kepala Desa di Mamasa Dilaporkan ke Polisi
Berdasarkan keterangan Nikodemus yang melihat langsung kejadian ini mengungkapkan bahwa kejadiannya pada 24 Juni 2019, sekitar pukul 07.45 wita
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNMAMASA.COM, PANA - Oknum tim sukses calon kepala Desa Ulusalu, Kecamatan Pana', Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat kedapatan membagi uang kepada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesaat sebelum pemilihan kepala desa.
Berdasarkan keterangan Nikodemus yang melihat langsung kejadian ini mengungkapkan bahwa kejadiannya pada 24 Juni 2019, sekitar pukul 07.45 wita.
Kronologilogisnya berawal saat Nikodemus hendak melintas ke rumah warga. Dan melihat Petrus Taruk Puang sebagai salah seorang tim sukses calon kepala (Cakades) nomor urut 3 bernama Ludia Lua' sedang membagikan uang kepada oknum PNS bernama Yesaya Paillin.
"Saya masuk di dalam rumah, saya melihat seorang tim dari calon nomor 3 atas nama Ludia Lua' memberikan uang kepada seorang pegawai," ungkap Nikodemuskepada Tribun, Kamis (27/6/2019) siang tadi.
Saat melihat aksi oknum tim sukses kepala desa tersebut, Nikodemus memotretnya.
Usai memotret kejadian itu, Nikodemus berniat meninggalkan tempat kejadian. Namun saat berniat pergi, ia mengaku dihalangi oleh oknum tim sukses itu.
"Dia berusaha mengambil HP saya untuk menghapus foto tersebut," lanjutnya.
Upaya itu gagal setelah Nikodemus berusaha lari menghidari upaya Petrus menghapus foto itu.
"Saya lari memanjat lewat kamar mandi, baru saya lompat ke bawah," terang Nikodemus.
Tidak sampai di situ, Nikodemus kembali mendapat intimiadsi dari Petrus untuk menghapus foto yang ada di dalam HP miliknya.
"Dia mengancam saya untuk melaporkan kepada Kepala Desa Ulusalu Indah, atas nama Bernat Bonggapasilong," tuturnya.
Beberapa saat kemudian lanjut dia, Bernat Bonggapasilongpun tiba dan menyeretnya untuk menghapus foto itu.
"Ada yang lihat waktu saya sementara diseret Kepala Desa tetangga yang tak lain adalah adik kandung dari calon nomo urut 3," katanya.
Kejadian ini telah dilaporkan oleh calon kepala desa lainnya atas nama Buttu Sarira kepada Kepolisian Polres Mamasa dan Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa selaku panitia pemilihan kepala desa serentak.
"Sudah kami laporkan 26 Juni kemarin," kata Buttu Sarira ditempat terpisah.
Kepala Kepolisian Resor Mamasa, AKBP Arianto saat dikonfirmasi via whatsapp mengatakan pihaknya belum menerima laporan yang dimaksud.
"Sepertinya belum ada, mohon konfirmasi dengan Kasat Reskrim," tulis Arianto via whatsapp.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto saat dikonfirmasi via whatsapp belum bersedia memberi tanggapan.
Alasannya, ia sedang dalam perjalanan menuju Malabo.
"Saya menuju Malabo, nanti balik yah," jawab Dedi Yulianto.
Sementara Tribun belum memintai tanggapan oknum kepala desa yang diduga tim suksesnya bagi uang kepada oknum PNS di desa tersebut. (*)
Laporan wartawan @rexta_sammy