Pernikahan Dini Marak di Sidrap, Apa Penyebabnya?

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi di Ruangan Sekda Lantai III Kantor Bupati Sidrap

Pernikahan Dini Marak di Sidrap, Apa Penyebabnya?
Yadin/Diskominfo Sidrap
Rapat koordinasi Pemkab Sidrap bersama instansi terkait, bahas kasus pernikahan dini di Ruang Rapat Sekda, kompleks SKPD Kabupaten Sidrap, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNSIDRAP.COM, WATANG PULU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap rapat koordinasi bersama beberapa instansi terkait, guna membahas maraknya kasus pernikahan dini.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi di Ruangan Sekda Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Kamis (27/6/2019).

"Seluruh pemangku kepentingan, perlu duduk bersama untuk menggali penyebab dan mencari solusi mengatasi perkawinan anak usia dini," kata Sekda dalam rapat.

"Karena jangan sampai maraknya pernikahan tersebut menjadi budaya atau pembenaran, sehingga masyarakat melihat ternyata bisa ditempuh," ungkapnya.

 VIDEO: Pemukiman Warga Tempe Wajo Masih Terendam Banjir

Masjid Panti Asuhan Yatim Dhuafa Parepare Butuh Bantuan

"Kami butuh sharing pendapat merumuskan hal konkret yang perlu ditempuh sesegera mungkin dalam jangka pendek maupun secara simultan dalam jangka panjang," ujarnya.

Sebelumnya, telah viral kasus pernikahan dini di Kabupaten Sidrap, diantaranya terjadi pada pasangan Rustam Ashary berusia 41 tahun bersama Sri Nurhayati berusia 13 tahun di Kecamatan Panca Rijang Sidrap pada pertengahan Juni 2019 lalu.

Adapula kasus lainnya terjadi di Kecamatan Pitu Riase' tepatnya di Dusun Uloe Desa Botto, yakni Mifha Nurul Hikmah seorang siswa sekolah menengah pertama kelahiran Agustus 2004 bersama pasangannya yang diketahui berusia 19 tahun.

Sementara itu Panitera Pengadilan Agama (PA) Sidrap, Muhammad Basyir Makka mengungkap, dari berbagai kasus dihadapinya, penyebab pernikahan anak karena pola pikir sebagian masyarakat yang bangga kalau anaknya cepat menikah.

"Penyebab lain karena kurangnya perhatian orang tua, kurangnya pencerahan agama, faktor ekonomi, dan adapula karena memang tidak tahu batasan umur minimal untuk menikah," terangnya.

 Subhan Aksa Bersama Direksi Bosowa Temui Pengecer di Maros, Ini Tujuannya

 Jalan Terputus Pasca Longsor, Warga Dua Desa di Enrekang Kesulitan Angkut Hasil Pertanian

Lebih lanjut Wakil Pengadilan Agama Sidrap, Mukhtaruddin menyatakan, Pengadilan Agama merupakan muara terakhir dalam proses dispensasi nikah.

"Persoalannya berawal dari keluarga, desa/kelurahan, KUA dan PA," tambahnya.

Senada dengan itu, Kakan Kemenag Sidrap, H Irman menerangkan proses pernikahan merupakan kewenangan Kementrian Agama (Kemenag) dengan sejumlah persyaratan, termasuk umur.

"Ketika pemohon yang tidak memenuhi syarat umur ke KUA, maka KUA terbitkan Surat Penolakan Pernikahan atau N9. Nah, keluarga yang tidak puas akan tempuh jalur hukum ke Pengadilan Agama (PA) untuk mendapat dispensasi perkawinan," terangnya.

Lebih teknis, Ketua Forum Peduli Mustadafin, Ahlan mengatakan ketika pernikahan sudah berproses ditingkat kelurahan atau KUA maka sangat sulit untuk menghentikannya.

"Maka yang penting dilakukan adalah memassifkan sosialisasi ke tingkat masyarakat dan keluarga untuk pencegahan perkawinan anak diusia muda," sarannya.

Sekda Sidrap, Sudirman Bungi kemudian menyimpulkan langkah paling efektif yang disepakati untuk mencegah perkawinan anak adalah kampanye masif untuk merubah pola pikir masyarakat.

"Sebagai tindaklanjut, dalam waktu dekat dilaksanakan rapat membahas detail pelaksanaan kegiatan, matriks waktu, sehingga langsung bisa aksi di lapangan," ungkap Sekda.

"Kami berharap dukungan, komunikasi dinamis seluruh komponen, untuk mempertajam langkah-langkah agar mendapat hasil maksimal," tutupnya. (*)

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Gusnadi/@ggusned

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow IG resmi Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Gusnadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved