Foto Jenazah Ayah dan Anak Terapung dalam Satu Bungkusan Picu Protes, Cerita di Baliknya Memiriskan

Foto jenazah ayah dan anak terapung dalam satu bungkusan picu protes tajam, cerita di baliknya memiriskan.

Foto Jenazah Ayah dan Anak Terapung dalam Satu Bungkusan Picu Protes, Cerita di Baliknya Memiriskan
AFP VIA BBC NEWS INDONESIA
Tenggelamnya migran ayah dan putrinya yang berumur dua tahun asal El Salvador ketika mencoba menyeberang ke AS ini telah menyebabkan debat politik yang emosional di Amerika. 

Tak ada yang merawat anak-anak ini.

Mereka diabaikan begitu saja.

Mereka tidak mandi secara rutin.

Beberapa ratus di antara anak-anak ini ditahan di sebuah gudang yang baru saja didirikan di sana.

Pada dasarnya anak-anak ini dikurung di sel yang mengerikan, di mana ada toilet terbuka di tengah ruangan dan mereka makan dan tidur di ruang itu juga.

Sel-sel itu penuh sesak.

Kami melihat daftar nama, dan ada beberapa sel yag dihuni 100 anak, ada yang dihuni 50 dan 25 anak.

Ada wabah kutu di sana, juga wabah influenza.

Anak-anak ini dikurung, diisolasi tanpa pengawasan orang dewasa.

Beberapa anak sakit, dan mereka terbaring saja di atas alas tikar di tanah.

Beberapa anak ini menyatakan mereka - atau mereka melihat anak lain - tidur di atas lantai beton, termasuk para balita dan bayi.

Sangat bikin frustrasi bahwa standar perawatan bagi anak-anak ini disatukan dengan persoalan-persoalan imigrasi. Masalah di sini bukan masalah imigrasi.

Setiap orang tua tahu bahwa kita bertanggung jawab setiap malam untuk menyediakan akses kepada sabun, sikat gigi dan pasta gigi untuk anak-anak.

Anak-anak ini dipaksa untuk buang air besar, kencing, makan, tidur dan menghabiskan hari-hari mereka - 24 jam sehari, tujuh hari seminggu - dalam sel-sel yang penuh sesak bersama anak-anak lain, tidur di lantai.

Ini gila."(*)

Berita ini sebelumnya ditayangkan BBC News Indonesia dengan judul 'Imigrasi AS: Foto ayah dan putrinya yang mati tenggelam menggambarkan kondisi mengerikan di perbatasan AS-Meksiko'.

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved