Sengketa Pemilu Masih Bergulir di MK, Ini Catatan Aktivis Mahasiswa Mamasa

Johnson mengajak seluruh elemen masyarakat indonesia untuk menghormati segala upaya yang telah ditempuh oleh pihak yang merasa dirugikan dalam proses.

Sengketa Pemilu Masih Bergulir di MK, Ini Catatan Aktivis Mahasiswa Mamasa
Semuel/Tribun Mamasa
Pengurus Pusat GMKI, Johnson

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Pemilihan Umum (Pemilu) telah usai, namun sidang sengketa masih menunggu hasil dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Aktivis mahasiswa asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Johnson yang saat ini menjadi Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) turut memberi perhatian terhadap proses gugatan yang masih bergulir di MK saat ini.

Kisah Suherman Kumis Pemuda Jeneponto Lolos Audisi KDI ke Jakarta

Presiden Jokowi Respon Cepat Keinginan Argentina Impor Buah Indonesia

Johnson mengajak seluruh elemen masyarakat indonesia untuk menghormati segala upaya yang telah ditempuh oleh pihak yang merasa dirugikan dalam proses Pemilu.

Kususunya kata Johnson, dengan dilimpahkannya sengketa Pemilu oleh pihak tertentu kepada MK.

Menurut dia, hal itu membuktikan bahwa indonesia sebagai negara hukum, maka sewajarnya, jika ada indikasi pelanggaran, maka akan diselesaikan berdasarkan konstitusi.

"Hal itu juga membuktikan bahwa Indonesia siap menjadi negara demokrasi terbesar kelak," ungkap Johnson saat dikonfirmasi via whatsapp, Rabu (26/5/2019) siang tadi.

Dengan dilaksanakannya persidangan ini, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat indonesia untuk menghormati segala proses hukum.

Proses sengketa pemilu lanjuta dia, berjalan sesuai aturan, diharapkan agar rakyat Indonesia tidak melakukan tindakan anarkis, pengerahan massa baik di Jakarta maupun di Sulbar atau apapun yang bertentangan dengan aturan.

Pengurus Pusat GMKI, Johnson
Pengurus Pusat GMKI, Johnson (Semuel/Tribun Mamasa)

Johnson mengatakan, segala yang menjadi putusan MK adalah putusan yang tela meninjau berbagai aspek, termasuk prinsip keadilan dengan tetap memperhatikan alat bukti yang ada.

"Apa yg menjadi putusan MK harus kita hormati dan hargai," katanya.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved