Kadis Transmigrasi Mamasa Gandeng Investor Kembangkan Komoditi Kopi

Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan menggandeng pihak investor dalam pengembangan komoditi kopi sebagai produksi unggulan.

Kadis Transmigrasi Mamasa Gandeng Investor Kembangkan Komoditi Kopi
semuel/tribunmamasa.com
Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamasa, Hermin Lullulangi 

TRIBUNMAMASA.COM. MAMASA - Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Hermin Lullulangi tengah berupaya menumbuhkan perekonomian warga transmigrsi.

Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan menggandeng pihak investor dalam pengembangan komoditi kopi sebagai produksi unggulan.

Pengembangan komuditi kopi di kawasan transmigrasi dianggap dapat menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat.

Dengan demikian Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Transmigrasi dan Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi bekerja sama PT Pantera Petro Energi dalam pengembangan komuditi kopi.

"Kita sudah buat kesepahaman dengan pihak swasta,"kata Hermin, Rabu (26/6/2019) siang.

Sasaran pengembangan komuditi kopi ini, dikhususkan bagi warga transmigrasi Rano, Kecamatan Mehalaan yang masih dalam tanggungan pemerintah kabupaten.

"Kita optimis kalau komuditi kopi bisa dikembangkan maka ekonomi masyarakat bisa meningkat," ungkapnya.

Pengembangan komuditi kopi merupakan program jangka panjang, sehingga selain dari itu, dinas transmigrasi juga akan memprogramkan tanaman jangka pendek, seperti tanaman jagung.

Untuk transmigrasi Rano, jumlah kepala keluarga (KK) yang ada saat ini, yaitu sebanyak 215 KK, terdiri dari transmigrasi penduduk setempat (TPS) sebanyak 134 KK dan transmigrasi penduduk asal (TPA) sebanyak 81 KK.

Jumlah KK ini yang kemudian akan menjadi sasaran pengembangan komuditi kopi nantinya.

Selain pengembangan kopi, dinas transmigrasi juga rencananya akan mengembangkan ternak sapi.

Ternak sapi ini rencananya akan diprogramkan pada tahun 2010 mendatang, sesuai permintaan warga transmigrasi.

"Di sana itu ada 7 kelompok tani yang sudah dijanjikan ada dua kelompok, dapat dipastikan realisasinya tahun depan," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga telah membangun embung untuk percepatan produksi pertanian warga transmigrasi.

Laporan wartawan @rexta_sammy

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved