Anggaran Pilkada Maros Lebih Besar Dibanding Pemilu 2019, Ini Alasannya

KPU Maros, Syamsu Rizal, mengatakan pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Maros 2020.

Anggaran Pilkada Maros Lebih Besar Dibanding Pemilu 2019, Ini Alasannya
amiruddin/tribun-timur.com
Ketua KPU Maros, Syamsu Rizal 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maros, Syamsu Rizal, mengatakan pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Maros 2020.

Anggaran tersebut, kata dia, masih sebatas draft, yang akan diajukan ke Pemkab Maros.

"Anggaran sebesar Rp 30 M Itu, masih sebatas. Kami butuh anggaran sebesar itu, untuk membiayai sejumlah tahapan Pilkada Maros 2020," kata Syamsu Rizal, kepada tribun-maros.com, Rabu (26/6/2019).

Baca: KPU Maros Butuh Dana Rp 30 M untuk Selenggarakan Pilkada

Baca: Mahasiswi Cantik Asal Maros Ingin PSM Bobol Gawang Becamex 2-0

Baca: Sudah 500 Pendaftar, Begini Persiapan Jelajah Geopark Maros-Pangkep

Syamsu Rizal menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk Pilkada Maros, diperkirakan meningkat, dibanding kebutuhan Pemilu 2019 lalu.

Pada Pemilu yang digelar 17 April belum lama ini, KPU Maros hanya menggunakan anggaran sekitar Rp 20 M lebih.

"Pilkada tahun depan, KPU Maros akan menanggung biaya percetakan surat suara, biaya debat, APK, dan kebutuhan lain. Pada Pemilu lalu, itu bukan kami yang siapkan, makanya anggarannya lebih kecil," ujarnya.

Ditambahkan Syamsu Rizal, tahapan Pilkada Maros rencananya mulai dihelat tahun ini.

Tepatnya kata dia, sekitar September 2019 mendatang.

Sekadar diketahui, Pilkada digelar, seiring bakal berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Maros, Hatta Rahman dan Harmil Mattotorang.

Hatta dan Harmil sudah dua periode menahkodai daerah berjuluk Butta Salewangang tersebut.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved