Aliansi Toraja Membincang Politik Uang di Toraja Utara Kian Marak

Diskusi berjalan dinamis yang dipandu moderator bernama Brikken Linde Bonting dan Notulensi Jeri Parimba selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Persekutuan

Aliansi Toraja Membincang Politik Uang di Toraja Utara Kian Marak
Brikken Linde Bonting
Pengurus Aliansi Toraja Lawan Politik Uang berfoto bersama di halaman kantor BPS Gereja Toraja, Tongkonan Sangullele Rantepao, Jalan Abdul Gani, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Aliansi Toraja menggelar cofee morning di halaman kantor BPS Gereja Toraja, Tongkonan Sangullele Rantepao, Jalan Abdul Gani, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Rabu (26/6/2019) sore

Diskusi dilaksanakan para kelompok Aliansi Masyarakat Toraja Lawan Politik Uang.

Buron Sejak 2017, Terpidana Kasus Pembunuhan Lapas Makassar Ini Diciduk di Luwu Timur

Enak Apa Nggak Jadi ART Nia Ramadhani Menurutmu? Digaji Tinggi Tapi Tidak Boleh Lakukan Ini

Diskusi berjalan dinamis yang dipandu moderator bernama Brikken Linde Bonting dan Notulensi Jeri Parimba selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PP PPGT).

Coffee morning diagendakan untuk membangun misi bersama segenap elemen masyarakat di Tana Toraja maupun Toraja Utara.

Diskusi publik dilaksanakan dengan tujuan mengajak masyarakat Toraja agar bersama-sama melawan politik uang.

"Ini berangkat dari keprihatinan kita, begitu maraknya praktek politik uang selama ini," ucap narasumber, Pdt Alfred Aggui.

Pengurus Aliansi Toraja Lawan Politik Uang berfoto bersama di halaman kantor BPS Gereja Toraja, Tongkonan Sangullele Rantepao, Jalan Abdul Gani, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel.
Pengurus Aliansi Toraja Lawan Politik Uang berfoto bersama di halaman kantor BPS Gereja Toraja, Tongkonan Sangullele Rantepao, Jalan Abdul Gani, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel. (Brikken Linde Bonting)

Maka itu, dilakukan kegiatan tersebut untuk membicarakan banyak hal terkait politik uang pada Pemilu maupun Pilkada dan lainnya.

"Memang berat, tapi setidaknya kita semua ingin menyampaikan pesan, bahwa cahaya itu masih menyala," ungkap Alfred.

Lanjutnya, kita ingin agar siapapun kelak jadi pemimpin, baik sebagai Bupati, Wabup ataupun Kepala Lembang tidak lagi harus mengeluarkan biaya politik teramat besar, yang pada akhirnya menghalangi proses pembangunan daerah kedepannya. 

Diskusi publik dihadiri segenap Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, beberapa Organisasi Kepemudaan dan mahasiswa. (*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow IG resmi Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

B

Penulis: Risnawati M
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved