Akhirnya Terungkap Penyebab 500-an Petugas KPPS Meninggal, Ternyata Bukan Karena Diracun

Akhirnya terungkap penyebab 500-an petugas KPPS meninggal, ternyata bukan karena diracun seperti kata Rachmat Baequni.

Akhirnya Terungkap Penyebab 500-an Petugas KPPS Meninggal, Ternyata Bukan Karena Diracun
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

Dalam ceramahnya, Rahmat Baequni mengatakan, "Bapak ibu, boleh saya cerita bapak ibu? Seumur-umur Pemilu dilaksanakan, jujur, boleh saya jujur? Nggak apa-apa ya?"

"Bapak-bapak ada yang sudah senior, nggak sebut sepuh karena berjiwa muda. Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal?

"Tidak ada ya? Tidak ada. Tapi kemarin, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang? Itu dari kalangan sipil, dari kepolisian berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal."

"Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal. Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini? Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi?"

"Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS."

"Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari. Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS."

Rahmat Baequni
Rahmat Baequni (TRIBUNNEWS.COM)

Ceramah Rahmat Baequni terekam dan videonya menyebar melalui media sosial.

Salah satu akun yang jadi tempat mengunggah adalah akun Twitter @narkosun.

Polisi kemudian menelaah isi ceramah Rahmat Baequni dan memastikannya sebagai informasi bohong atau hoax.

Pada Kamis (20/6/2019) malam, polisi dari Polda Jabar menangkap Rahmat Baequni sebagai tersanya penyebar hoax, di rumahnya, Jalan Parakan Saat II, Sindanglaya, Cisaranteun Endah, Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved