BREAKING NEWS

BREAKING NEWS: Jalan Poros Sengkang - Bone Sudah Dapat Dilalui Semua Jenis Kendaraan

Setelah 20 hari digenangi banjir dan memutus akses Jl Poros Sengkang - Bone, kini jalanan poros ini sudah bisa dilalui, Selasa (25/6/2019).

BREAKING NEWS: Jalan Poros Sengkang - Bone Sudah Dapat Dilalui Semua Jenis Kendaraan
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Jalan Poros Sengkang - Bone di KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo sudah bisa dilalui semua jenis kendaraan pasca proses penimbunan selesai, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, PAMMANA - Setelah 20 hari digenangi banjir dan memutus akses Jl Poros Sengkang - Bone, kini jalanan poros yang terletak di KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo sudah bisa dilalui, Selasa (25/6/2019).

"Tabe' diinformasikan kepada seluruh pengguna jalan bahwa jalan poros Wajo - Bone Cempa, sudah dapat dilalui semua jenis kendaraan," kata Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Muhammad Yusuf.

Para pengendara tak mesti lagi menggunakan jasa masyarakat yang menyebrangkan kendaraan dengan jembatan kayu atau perahu, dengan mengeluarkan biaya berkisar Rp 20.000 untuk motor dan Rp 120.000 untuk mobil.

Baca: TRIBUNWIKI: Terpilih Kembali, Sudirman Meru Siap Jadi Ketua DPRD Wajo Priode 2019-2024

Baca: 3.000 Jiwa di Sabbangparu Wajo Terancam Tak Nikmati Air Bersih

Baca: 48 Desa dan Kelurahan Masih Terendam Air Banjir di Wajo

Ataukah, para pengendara tak lagi mesti mengambil jalur alternatif yang relatif jauh dengan memutar arah ke daerah Salonro, Kabupaten Soppeng.

Semua hal yang dilakukan para pengendara selama banjir menggenangi jalan poros yang sudah 10 tahun jadi langganan banjir tersebut sudah tak ada lagi.

Sebab, proses penimbunan yang dilakukan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) wilayah XIII telah rampung sejak Senin, (24/6/2019) sore kemarin.

Namun, proses penimbunan tersebut pun masih rawan dan banjir masih mengintai. Mengingat, kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

Salah satu masyarakat sekitar, Jawade, menyebutkan, proses penimbunan yang dilakukan tersebut biasanya tak bertahan lama.

"Kalau sudah ditimbun, biasanya turun lagi tanahnya, banjir lagi," katanya.

Pemerintah, menurutnya, mesti memikirkan solusi konkrit untuk jalanan tersebut. Mengingat, tak kurang dari 150 mobil truk dikerahkan untuk menimbun jalan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved