Banding Ditolak, Istri Bos Abu Tours Tetap Dihukum 19 Tahun Penjara

Pengadilan Tinggi Makassar menolak upaya banding stri Bos Abu Tours, Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur

Banding Ditolak, Istri Bos Abu Tours Tetap Dihukum 19 Tahun Penjara
Sanovra/tribun-timur
Tiga terdakwa yakni Manager Keuanga Muh Kasim (kiri), istri Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur (tengah) dan Komisaris Keuangan Haeruddin (kanan) mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah berlansung di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/01/19). Sidang tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pengadilan Tinggi Makassar menolak upaya banding stri Bos PT Amanah Bersama Ummat atau Abu Tours, Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur atas kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah.

Atas putusan itu, Nursyariah tetap menjalani hukuman selama 19 tahun penjara sebagaimana dalam putusan tingkat pertama Pengadilan Negeri Makassar Februari 2019 lalu.

Berdasarkan informasi diperoleh dari laman website Pengadilan dengan nomor putusan bnding196/PID/2019/PT, hakim Pngadilan Tinggi tetap menguatkan putusan Pengadilan tingkat pertama pada Negeri Makassar yang menjatuhkan hukuman selama 19 tahun penjara.

Baca: Aset Abu Tours Senilai Rp 1,6 M Raib? Begini Reaksi Humas Kejati Sulsel

Baca: Aliansi Jamaah Abu Tours: Hamzah Mamba Harus Berangkatkan 96 Ribu Calon Jamaah

Baca: 7 Fakta Bos Abu Tours Hamzah Mamba, Jalankan Bisnis Mulai Jual Es Teler hingga Miliki 9 Perusahaan

"Menerima permintaan banding penasihat hukum terdakwa dan jaksa penuntut umum tersebut. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Makassar nomor 1379/Pid.B/2018/PN Mks tanggal 21 Februari 2019," kata dalam putusan materi putusan banding terdakwa.

Dalam amar putusanya disebutkan menetapkan bahwa masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang telah dijatuhkan.

Tiga terdakwa yakni Manager Keuanga Muh Kasim (kiri), Istri Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur (tengah) dan Komisaris Keuangan Haeruddin (kanan) mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah berlansung di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/01/19). Sidang tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.
Tiga terdakwa yakni Manager Keuanga Muh Kasim (kiri), Istri Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur (tengah) dan Komisaris Keuangan Haeruddin (kanan) mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah berlansung di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/01/19). Sidang tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. (Sanovra/tribun-timur)

Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding sebesar Rp 500 ribu.

Adapun hakim yang menyidangkan perkara terdakwa yakni Ahmad Shalihin selaku hakim ketua, Yahya Syam sebagai hakim anggota dan Gede Ngurah Arthanaya selaku hakim anggota II.

Sebelumnya diberitakan, Nursyariah Mansyur, divonis 19 tahun penjara dan wajib membayar denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan subsider selama 1 tahun 2 bulan.

Teterdakwa terbukti bersalah bersama sama menggelapkan dan melakukan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah.

Total uang yang digelapkan senilai Rp 1,2 trilun. Uang setoran calon jamaah umrah diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved