Kasus Fee 30 Persen, Penyidik Bareskrim akan Periksa Dua Saksi di Polda Sulsel?

Penyidik Bareskrim Mabes Polri segera memeriksa lagi dua tambahan saksi, soal Fee 30 Persen Pemerintah Kota Makassar.

Kasus Fee 30 Persen, Penyidik Bareskrim akan Periksa Dua Saksi di Polda Sulsel?
net
ilustrasi 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Bareskrim Mabes Polri segera memeriksa lagi dua tambahan saksi, soal Fee 30 Persen Pemerintah Kota Makassar.

Melalui Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, penyidik Mabes akan ke Makassar awal pekan ini dan akan periksa dua saksi tambahan kasus Fee 30.

"Infonya begitu, tim penyidik Mabes Polri akan periksa (riksa) dua tambahan dalam kasus ini," ungkap Kombes Pol Yudhiawan kepada tribun, Senin (24/6/2019) petang.

KPU Sulsel Tunggu Jadwal Pilkada Serentak 2020 dari Pusat

Sekrov Sulbar di Dorong Maju di Pilkada Majene


"Terkait siapa yang akan diperiksa, itu saya juga tidak tahu karena tim dari Bareskrim yang periksa nanti. Soal empat juga tidak tahu apakah di Polda," lanjut Yudhiawan.

Kasus pemotongan anggaran atau Fee 30 persen yang telah menersangkakan Erwin Syafruddin Haija, mantan Kepala BPKAD Kota Makassar akan berlanjut 24 Juni ini.

Kelanjutan kasus yang bergulir sejak 2017, juga dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani saat dikonfirmasi. Tapi kata Dicky, senin ini masih ditunda.

"Sebenarnya hari ini (Senin, 24 Juni) sudah ada pemeriksaan, tapi sepertinya penyidik Bareskrim Polri belum tiba. Jadi mungkin ditundak besok," jelas Kombes Pol Dicky.

Sebelumnya, tim Bareskrim Mabes Polri telah melimpahkan berkas Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Erwin ke Kejati Sulsel.

Terkait berkas dugaan korupsi didalam kasus pemotongan anggaran sosialisasi penyuluhan se-Kecamatan tersebut, telah rampung setelah puluhan saksi diperiksa.

Selain puluhan warga Makassar, Bareskrim juga sudah melakukan pemeriksaan atas 75 peserta sosialisasi, 92 lurah, 29 narsum, 4 vendor, dua kurir, 15 Camat, 18 Kasubag.

Suraida Hatta Resmikan Kantor PKK Maros Baru

Maksudnya? Kok Waketum Gerindra Dukung Adian Napitupulu Jadi Menteri Jokowi, Hubungan Mereka?


Kemudian, saksi dari empat orang TAPD, empat pegawai BPKAD Pemkot Makassar, dan yang dilakukan pemeriksaan di Polda Sulsel yaitu 15 bendahara dan 14 PPHP.

Termaksud, 16 anggota DPRD Makassar yang juga diperiksa. Abd. Wahab Tahir, Erik Horas, Faorouk M Beta, M Zaenal Daeng Beta, Fachruddin Rusli, dan Irwan Djafar.

Kemudian, Indira Mulyasari Paramastuti, Mesakh Remon, Rahman Pina, Supratman, Abdi Asmara, Adi Rasyid Ali, Busranuddin Baso, Jufri Pabe, dan Sangkala Saddiko.

"Kan sudah ada ratusan saksi diperiksa, Senin nanti ini kita lihat berapa saksi lagi yang diperiksa. Apakah ada merujuk ke tersangka baru, kita lihat," jelas Dicky. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
 

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved