48 Desa dan Kelurahan Masih Terendam Air Banjir di Wajo

Daerah tersebut meliputi, Kecamatan Tempe, Kecamatan Tanasitolo, Kecamatan Belawa, Kecamatan Majauleng, Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Pammana.

48 Desa dan Kelurahan Masih Terendam Air Banjir di Wajo
Hardiansyah Abdi Gunawan/Tribun
Banjir masih menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Sudah 20 hari banjir menggenangi Kabupaten Wajo, Senin (24/6/2019). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, masih ada 48 desa/kelurahan yang terendam banjir di tujuh kecamatan.

Daerah tersebut meliputi, Kecamatan Tempe, Kecamatan Tanasitolo, Kecamatan Belawa, Kecamatan Majauleng, Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Pammana, dan Kecamatan Bola. Namun, ketinggian air pun mulai surut.

TERBARU Gempa Bumi Hari Ini 7,7 SR di Maluku, Tak Potensi Tsunami, Baca Doa Berikut

Hasil Otopsi Kematian Anggota DPRD Kolaka Utara di Kamar Hotel Diketahui 3 Pekan Kedepan

"Beberapa hari ini cuaca cerah berawan sehingga juga beberapa desa dan kelurahan sudah mulai surut (banjir)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wajo, Alamsyah.

Tercatat, ketinggian air di bendung gerak Sengkang berada di angka 7,2 meter. Padahal, beberapa hari lalu, ketinggian air sempat mencapai 7,5 meter.

Sementara, di pumukiman masyarakat, ketinggian air masih ada yang sampai 2,5 meter.

Diketahui, masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Wajo telah berakhir pada Jumat (21/6/2019) lalu. Kini, pemerintah Kabupaten Wajo memberlakukan status transisi pemulihan darurat, meski pemukiman warga masih terendam banjir. Masa transisi pemulihan darurat tersebut berlaku hingga 3 bulan ke depan.

Olehnya, Alamsyah mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada, terlebih pasca banjir.

"Walaupun air masih menggenangi pemukiman, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan mempersiapkan diri sendiri dan komunitas untuk selamat, dan kita tetap mendistribusikan bantuan bagi masyarakat belum tersentuh bantuan, terutama juga menghimbau jaga kesehatan," katanya.

Alamsyah memperkirakan, banjir tahunan kali ini bisa bertahan hingga 1 bulan.

Banjir masih menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.
Banjir masih menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. (Hardiansyah Abdi Gunawan/Tribun)

Terpisah, warga Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Syahrullah mengaku, banjir tahunan kali ini pun bisa bertahan hingga 3 bulan.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved