31 Mahasiswa Unhas Laksanakan KKN-PPM di Barru

Kedatangan Mahasiswa KKN-PPM Universitas Hasanuddin didampingi langsung oleh Pembimbing sekaligus Koordinator KKN-PPM Unhas, Prof Dr Ir Sutinah Made,

31 Mahasiswa Unhas Laksanakan KKN-PPM di Barru
Citizen Reporter
Sebanyak 31 orang yang terdiri dari 10 perempuan dan 21 laki-laki dari mahasiswa Universitas Hasanuddin melakukan praktek KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian Pada Masyarakat) dengan mengambil lokasi di Kelurahan Tuwung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. 
TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Sebanyak 31 orang yang terdiri dari 10 perempuan dan 21 laki-laki dari mahasiswa Universitas Hasanuddin melakukan praktek KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian Pada Masyarakat).
Lokasinya  di Kelurahan Tuwung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.
Kedatangan Mahasiswa KKN-PPM Universitas Hasanuddin didampingi langsung oleh Pembimbing sekaligus Koordinator KKN-PPM Unhas, Prof Dr Ir Sutinah Made, M.Si.
Mereka dan diterima secara resmi oleh Lurah Tuwung, Hidayatullah S.IP, Minggu 23 Juni 2019. 
KKN-PPM Unhas di Barru ini mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan hasil perikanan dan peningkatan daya saing". 
Lurah merasa bersyukur atas dipilihnya Kelurahan Tuwung sebagai lokasi KKN-PPM Unhas tahun ini.
Pada kesempatan itu juga mahasiswa dibagi kedalam 3 posko yakni di Lingkungan Mallawa, Lingkungan Mattiro Walie dan Kelurahan Tuwung.
Pak Yayat sapaan akrab lurah Tuwung juga berharap agar kegiatab mahasiswa KKN-PPM di lingkungannya mampu dapat disinergikan dengan progran kelurahan.
Seperti mengembangkan inovasi dan memasarkan secara online produk lokal seperti Madu, yang diproduksi oleh masyarakat setempat. 
Selanjutnya Prof Sutinah memaparkan bahwa program kerja mahasiswanya sangat terkait dengan program yang sudah dilakukan Lurah Tuwung.
Program tersebut akan dipaparkan dalam Seminar Program Kerja yang dilaksanakan hari ini Senin, 24/6/2019. 
Harapannya, dengan keberadaan mahasiswa KKN-PPM Unhas di Kabupaten Barru dapat memberikab manfaat dengan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, terutama dalam aspek pemberdayaan ekonomi.
"Jadi bukan hanya Madu khas Kelurahan Tuwung yang terkenal, tapi juga produk olahan perikanannya bisa masuk ke pasar yang lebih luas lagi. bukan hanya dijual secara lokal di Barru tapi akan dikembangkan jejaring pemasarannya sampai ke Makassar bahkan pasar eksport Insyaa Allah," tegasnya. (*)
 
Ditulis:  Rahmatia Nuhung, Konsultan Pemberdayaan Makassarpreneur.

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

 

Penulis: CitizenReporter
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved