TRIBUNWIKI: Lama Tak Terdengar Kabarnya, Simak Perjalanan Karier Eva Arnaz
Diberitakan oleh Tribunnews.com dan dikutip dari Tribun Seleb, Eva Arnaz mantap berhijrah bahkan secara totalitas menjual harta hasil jerih payahnya.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Bagi generasi era 80-an, tidak begitu asing jika mendengar nama Eva Arnaz.
Ya, pemeran film panas apada masa tersebut begitu terkenal.
TRIBUNWIKI: Berikut Spesifikasi Lengkap Nokia 3.1 Plus, Kini Rp 1,9 Jutaan
Mayat Pria Bertato Ditemukan Tergeletak di Tepi Jl Urip Sumoharjo Makassar, Ini Ciri-cirinya
Ia sempat dijuluki Ratu Film Panas era 80-an.
Sepak terjang Eva Arnaz di industri film panas Indonesia dulu tak diragukan lagi.
Diberitakan oleh Tribunnews.com dan dikutip dari Tribun Seleb, Eva Arnaz mantap berhijrah bahkan secara totalitas menjual harta hasil jerih payahnya menjadi artis.
Ia disebut menjual semua hartanya seperti rumah, mobil, dan masih banyak lagi.
Untuk menyambung hidup, Eva Arnaz kini memilih berjualan lontong sayur di kawasan rumahnya.
Ia juga membuka usaha berupa butik sendiri.
Januari lalu, politisi sekaligus artis Marissa Haque sempat berjumpa dengan Eva Arnaz.
Penampilan Eva Arnaz kala itu tampak begitu bersahaja dan sederhana.
Bahkan bisa dibilang tanpa make up.
Bagaimana perjalanan karier Eva Arnaz?
Dilansir dari wikipedia, Eva Yanthi Arnaz atau yang lebih dikenal dengan Eva Arnaz lahir di Bukittinggi, Indonesia, 14 Juli 1958.
Ia adalah aktris film dan sinetron Indonesia yang terkenal sejak pertengahan 1970-an dan era 80an.
Ia mengawali karier sebagai juara 2 None Jakarta tahun 1976.
Ia telah membintangi lebih dari 50 film dan sempat membintangi sebuah sinetron Rosanna produksi Multivision Plus pada tahun 1996.
Kehidupan pribadi
Eva lahir dari keluarga pedagang dari Bukittinggi, Sumatera Barat.
Dari keempat pernikahannya sebelumnya dia tidak pernah mendapat keturunan, pertama dengan Kiki Saelan, putra dari Maulwi Saelan (tokoh sepak bola tanah air), kedua dengan Barry Prima, keduanya tidak dikaruniai seorang anak pun.
Usahanya tidak sempat berhasil karena hilangnya suami keempatnya, Dedy Omar Hamdun, sejak tanggal 29 Mei 1997, dalam rangkaian skandal Penculikan aktivis 1997/1998, tak lama setelah Pemilu 1998.
Setelah hilangnya Dedi Omar Hamdun, Eva kemudian berganti nama menjadi Siti Syarifah.
Kini Eva telah menikah lagi untuk yang kelima kalinya dengan pria berdarah Arab dan memiliki seorang putra pada tanggal juli 2007, Samir Amin.
Karier
Awal karier
Eva telah menyukai dunia model sejak kecil. Hal itu pula yang mendorongnya ikut pemilihan None Jakarta pada tahun 1976.
Eva berhasil meraih juara dua. Setahun kemudian Eva berhasil terpilih sebagai Ratu Jakarta.
Prestasi itu pula yang mengantarnya menjadi bintang film.
Dunia film
Debut filmya adalah Duo Kribo (1978) arahan Eduard Pesta Sirait dan Eva berpasangan dengan Achmad Albar.
Nama Eva melejit berkat film Intan Perawan Kubu karena keberaniannya bertelanjang dada.
Dari situlah Eva mendapat julukan bintang bom seks.
Film-film Eva berikutnya sebagian besar merupakan film yang penuh adegan seks atau adegan kekerasan, seperti Serbuan Halilintar, Membakar Matahari, Lima Cewek Jagoan, Gadis Bionik, Perempuan Bergairah, Kupu-Kupu Beracun, Warok Singo Kobra, Cewek Jagoan Beraksi Kembali, Midah Perawan Buronan, Jaka Sembung, Bergola Ijo, Buah Terlarang, Terjebak Dalam Dosa, Montir-Montir Cantik, Gadis di Atas Roda, Pasukan Berani Mati, dan sebagainya.
Sayangnya karena sosok Eva yang terlalu lekat dengan peran-peran seks dan laga, banyak yang lupa bahwa Eva juga pernah membintangi film-film romantis.
Antara lain, Sakura Dalam Pelukan berpasangan dengan pebulutangkis Liem Swie King dan Lembah Duka (sebagai mama-san), film penguras air mata yang mendapat pujian waktu itu.
Selain itu Eva juga main di film komedi bersama Warkop sampai lebih dari lima judul, antara lain Manusia 6 Juta Dollar, Tahu Diri Dong, Pokoknya Beres, Sabar Dulu Dong, Lupa Aturan Main, Maju Kena Mundur Kena, Depan Bisa Belakang Bisa, Pintar Pintar Bodoh dan Atas Boleh Bawah Boleh.
Dalam film-film Warkop ini, Eva lebih dikenal karena keseksian tubuhnya yang memang menjadi salah satu daya tarik film-film Warkop saat itu.
Untuk komedi non-Warkop ia juga sempat terlibat dalam film garapan Nya Abbas Acup, Cintaku di Rumah Susun film yang masuk unggulan FFI waktu itu, juga film Barang Titipan dan Antri Dong.
Film inilah yang membantah anggapan orang bahwa kelebihan Eva di film hanya karena keberaniannya dalam peran buka-bukaan.
Beralih ke sinetron
Saat dunia perfilman meredup, Eva pun beralih ke sinetron berjudul Rosanna (1996).
Aktingnya di sinetron ini menjadi kiprah terakhir Eva dalam dunia seni peran.
Data diri:
Nama lahir: Eva Yanthi Arnaz
Nama lain: Siti Syarifah
Lahir:Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia, 14 Juli 1958
Tahun aktif: 1976 - sekarang
Pasangan: Kiki Saelan (cerai)
Barry Prima (cerai)
Adi Bing Slamet (cerai)
Dedy Omar Hamdun (hilang)
Suami kelima (2006 - sekarang)
Anak: Samir Amin (2007)
Filmografi:
Intan Perawan Kubu (1972)
Duo Kribo (1977)
Kuda-Kuda Binal (1978)
Musim Bercinta (1978)
Nafas Perempuan (1978)
Buah Terlarang (1979)
Sakura Dalam Pelukan (1979)
Special Silencers (1979)
5 Cewek Jagoan (1980)
Permainan Bulan Desember (1980)
Perjalanan Cinta (1980)
Pintar Pintar Bodoh (1980)
Lembah Duka (1981)
Jaka Sembung Sang Penakluk (1981)
Bukan Istri Pilihan (1981)
Fajar Yang Kelabu (1981)
Hidup Tanpa Kehormatan (1981)
Jaka Sembung (1981)
Bodoh-Bodoh Mujur (1981)
Manusia 6.000.000 Dollar (1981)
Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981)
Serbuan Halilintar (1982)
Perempuan Bergairah (1982)
Warok Singa Kobra (1982)
Gadis Bionik (1982)
Pasukan Berani Mati (1982)
Maju Kena Mundur Kena (1983)
Midah Perawan Buronan (1983)
Pokoknya Beres (1983)
Bergola Ijo (1983)
Barang Terlarang (1983)
Terjebak Dalam Dosa (1983)
Ken Arok-Ken Dedes (1983)
Bumi Bulat Bundar (1983)
Di luar Batas (1984)
Noda X (1984)
Asal Tahu Saja (1984)
Membakar Matahari (1984)
Montir-Montir Cantik (1984)
Gadis Di Atas Roda (1984)
Dalam Pelukan Dosa (1984)
Asmara Di Balik Pintu (1984)
Tahu Diri Dong (1984)
Kupu-Kupu Beracun (1984)
Putri Duyung (1985)
Tahu Sama Tahu (1986)
Atas Boleh Bawah Boleh (1986)
Depan Bisa Belakang Bisa (1987)
Cintaku di Rumah Susun (1987)
Sabar Dulu Doong...! (1989)
Sepondok Dua Cinta (1990)
Antri Dong (1990)
Lupa Aturan Main (1991)
Barang Titipan (1991)
Asmara (1992)
Takkan Lari Gunung Dikejar
Asmara Perawan Metropolitan
Sumber berita: http://www.tribunnews.com/seleb/2019/06/23/tenar-di-era-80-an-begini-kondisi-artis-eva-arnaz-sekarang?page=all
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Subscribe YouTube Tribun Timur
Juga Follow IG resmi Tribun Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nasional-eva-arnaz.jpg)