Sipir Aniaya Tahanan, Aktivis Minta Kalapas Palopo Dicopot

Menurut Yertin, sesuai UU No 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan, tahanan itu warga binaan yang selama masa penahanan diberi pembinaan rohani.

Sipir Aniaya Tahanan, Aktivis Minta Kalapas Palopo Dicopot
Hamdan Soeharto/Tribun Timur
Kalapas Kota Palopo, Indra Sofyan 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Aktivis di Kota Palopo Yertin, mengecam tindakan sipir di Lapas Kelas II A Kota Palopo yang telah menganiaya seorang tahanan.

Menurut Yertin, sesuai UU No 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan, tahanan itu warga binaan yang selama masa penahanan diberi pembinaan rohani, olahraga, dan ketrampilan, agar bisa kembali kemasyarakat.

Baca: Awalnya Istri Curiga Jejak Kaki di Dinding, Lalu Politisi PPP Duel dengan Perampok dan Meninggal

Baca: Ustadz Ije Apresiasi Program Hapus Tato di Makassar

Begitupula untuk perlindungan hukum, tahanan berhak mendapatkannya.

"Polisi wajib menindaklanjuti kasus tersebut, siapapun pelakunya," tambah Yertin.

Kemenhumkam juga harus memberikan sanksi copot kalapas, yang melanggar SOP karena tidak bisa mengatur anggotanya, dalam menjalankan tugas.

Yertin menambahkan, Palopo sudah memiliki catatan merah soal lapas pada tahun 2013.

"Kita sudah punya catatan merah soal lapas Palopo yang terbakar tahun 2013, dan kita tidak mau ini terulang lagi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Oknum sipir di Lapas Kelas II A Kota Palopo dipolisikan.

Itu setelah melakukan penganiayaan, terhadap salah satu tahanan bernama Ihsan.

Kepada wartawan, Kakak korban, Rizki mengaku adiknya dikeroyok oleh beberapa sipir didalam sel tahanan.

Sehingga mengalami luka lebam pada bagian hidung dan kepala.

Namun, Kalapas Palopo Indra Sofyan membantah hal tersebut.

Laporan Wartawan Tribunpalopo.Com, @hamdansoeharto_

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved