Jual Beli Jabatan, Ini Ancaman Sanksi ASN Sulbar

Isu ini langsung ditepis oleh mantan Deputi LAN tersebut. Ia menegaskan, tidak ada praktik jual beli jabatan di jajaran Pemprov Sulbar.

Jual Beli Jabatan, Ini Ancaman Sanksi ASN Sulbar
Edyatma Jawi/Tribun Timur
Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, berang terhadap isi jual beli jabatan, yang menerpa Pemrov Sulbar.

Isu ini langsung ditepis oleh mantan Deputi LAN tersebut. Ia menegaskan, tidak ada praktik jual beli jabatan di jajaran Pemprov Sulbar.

Baca: NA Keluar Negeri Lagi, Kali ini Bareng Jokowi

Baca: Amara Bersatu Sorot Pemgadaan Mobil Baru Bupati Enrekang, Ini Alasannya

"Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi, dalam pengertian ada orang yang akhirnya nyata-nyata membayar dan nyata-nyata menerima bayaran," tegas Idris DP, Minggu (23/6/2019).

Jika memang terjadi transaksi jual beli jabatan, Idris berharap agar dilaporkan. Informasi tersebut dapat disampaikan langsung pada pria asal Kabiraan, Ulumanda ini.

"Jangan melalui BKD, melalui langsung saya, anytime, anywhere, laporkan kepada saya dan pasti ada tindakan dengan isu ini," ujarnya. .

Jika didapati ASN yang melakukan praktik kotor itu, Pemprov Sulbar akan menyiapkan sanksi.

Hukuman untuk ASN tersebut, dapat berupa pencopotan dan penurunan pangkat dan jabatan.

"Bahkan kita bisa memberhentikan pegawai negeri itu, sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan berlaku," tegasnya.

Namun apabila pelakunya bukan ASN, akan dilaporkan ke aparat penegak hukum. Sebab tindakan tersebut merupakan pidana. (Tribun Majene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

Penulis: edyatma jawi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved